Gunung Rinjani Kini Dilengkapi Drone Thermal untuk Evakuasi
Dengan drone termal ini petugas akan lebih mudah mencari pendakin yang mengalami kecelakaan pada medan yang sulit.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Sirtupillaili
Ringkasan Berita:
- Belajar dari kasus Juliana Marins, Balai TNGR kini menyiapkan drone termal untuk memudahkan evakuasi
- SOP pendakian Gunung Rinjani dibenahi
- Fasilitas dan peralatan untuk evakuasi pendaki kecelakaan terus ditingkankan.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Belajar dari kasus Juliana Marins, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) kini menyiapkan dorne termal sebagai salah satu alat dalam proses evakuasi pendaki.
Drone thermal (termal) sendiri merupakan jenis drone yang dilengkapi kamera inframerah untuk mendeteksi objek berdasarkan suhu.
Dorne thermal dan peralatan rescue lainnya diberikan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).
Bantuan ini ditujukan untuk memperkuat upaya evakuasi darurat, pengawasan kawasan, serta pemantauan aktivitas pendakian di Gunung Rinjani.
Kepala Subbagian Tata Usaha BTNGR, Astekita Ardiaristo, mengatakan, drone tersebut memiliki teknologi thermal yang mampu mendeteksi suhu tubuh manusia dan hewan.
Perangkat ini dinilai sangat membantu dalam pencarian pendaki yang tersesat atau mengalami kecelakaan di jalur pendakian.
"Drone thermal ini sudah dilengkapi sistem positioning dengan akurasi sentimeter, sehingga sangat membantu untuk evakuasi dan monitoring kawasan," kata Astekita saat ditemui di Resort Sembalun, Sabtu (20/12/2025).
Baca juga: Jaga Alam, Pemprov NTB Perketat Investasi di Kawasan Gunung Rinjani
Astekita mengungkapkan drone tersebut juga dilengkapi real time kinematic (RTK) yang memungkinkan pemetaan dan penentuan posisi secara presisi.
"Perangkat ini juga dapat digunakan untuk pengawasan tutupan lahan dan pemantauan aktivitas pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR)," jelasnya.
Alat ini juga mempunyai keunggulan lain, drone ini adalah dukungan sumber daya listrik yang fleksibel. BTNGR menerima power bank berbasis tenaga angin, sehingga operasional drone tetap dapat dilakukan meski berada di kawasan terpencil dan lokasi yang sulit.
“Kalau dibawa ke atas kawasan, tidak perlu khawatir kehabisan daya, karena sudah ada power bank-nya berbasis tenaga angin," ujar Astekita.
Astetika menyebut, penggunaan drone thermal akan membuat penanganan darurat menjadi lebih optimal karena memang dirancang khusus untuk kebutuhan evakuasi.
"Untuk jangkauan pengoperasiannya mencapai lebih dari dua kilometer, tergantung kondisi medan dan lokasi kejadian," jelasnya.
| TNGR Serahkan Jenazah Pendaki Rinjani Asal Sukabumi kepada Keluarga |
|
|---|
| Kronologi Pendaki Asal Sukabumi Meninggal di Bukit Penyesalan Rinjani |
|
|---|
| Pendaki Asal Sukabumi Meninggal saat Mendaki Gunung Rinjani |
|
|---|
| UGR Gelar Nobar Film Pesta Babi, Rektor Tegaskan Kampus Harus Jadi Ruang Dialog |
|
|---|
| Proyek Kereta Gantung Rinjani: Satu Dekade Jadi Wacana, Sempat Groundbreaking, Kini Ditolak Pemprov |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Drone-Termal-1.jpg)