Diskominfotik NTB Catat 33 Titik Blind Spot dan 117 Desa Masih Lemah Sinyal
Diskominfotik NTB mencatat adanya 33 titik blind spot dan 117 desa lemah sinyal di wilayah NTB.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Penanganan sedang berjalan di 77 titik oleh dua penyedia, dengan fokus bertahap pada daerah pariwisata seperti Pulau Moyo.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat, sampai saat ini terdapat 33 titik blind spot (titik buta) dan 117 desa dengan kualitas sinyal lemah.
Kepala Diskominfotik NTB, Ahsanul Khalik mengatakan puluhan titik tersebut tersebar di Kabupaten Bima, Dompu, Sumbawa dan Lombok Utara. Ia mengatakan penyebab blind spot ini lebih disebabkan karena faktor geografi dari wilayah tersebut.
"Kenapa dia yang blank spot ini lebih dipengaruhi oleh situasi geografis yang memang berbukit, pelosok dan berbukit," kata Aka sapaan akrabnya, Rabu (17/6/2026).
Selain faktor geografi, dari sisi ekonomi juga menjadi penyebabnya, di mana pihak ketiga masih memperhitungkan dampak ekonomi karena belum banyak pengguna di lokasi tersebut.
"Provider itu belum mau masuk karena jumlah pengguna dari sisi ekonomi memang masih belum bisa kembali modal dengan hasilnya," jelas Aka.
Mantan Kepala Dinas Sosial ini mengatakan terbaru terhadap daerah yang lemah sinyal saat ini, sebanyak 77 titik sedang dilakukan penanganan oleh dua provider. Kemudian akan ada intervensi dari pemerintah pusat melalui program Bakti Komdigi.
Baca juga: 91 TPS di NTB Berada di Daerah Blind Spot, 721 Lainnya Susah Sinyal
Hanya saja tahun ini NTB belum mendapatkan program dari Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi), seperti pada tahun-tahun sebelumnya yang diberikan di Pulau Sumbawa.
Pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap kualitas sinyal di daerah pariwisata, salah satunya di Pulau Moyo yang masih lemah. Aka mengatakan secara bertahap daerah-daerah ini diberikan intervensi agar memiliki kualitas sinyal yang baik.
Sebab beberapa fasilitas umum seperti Puskesmas dan sekolah juga membutuhkan jaringan internet, karena ada beberapa sistem yang menggunakan aplikasi dan membutuhkan internet.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/BLIND-SPOT-DI-NTB.jpg)