Senin, 15 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Dampak Harga BBM Naik di NTB

Operator Kapal Ferry Lembar-Padangbai Tertekan Gejolak Rupiah dan Harga Minyak Dunia

Gapasdap menyebut tarif penyeberangan belum disesuaikan sehingga semakin memperparah keadaan.

Tayang:
asdp.id
TARIF PENYEBERANGAN - Foto udara kapal ferry sandar di dermaga Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Gapasdap menyebut tarif penyeberangan belum disesuaikan di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan harga minyak dunia. 

Ringkasan Berita:
  • Gapasdap menyebut tarif penyeberangan belum disesuaikan sehingga semakin memperparah keadaan. 
  • Pendapatan perusahaan relatif stagnan, sementara pengeluaran operasional terus naik.

TRIBUNLOMBOK.COM - Dari 26 kapal ferry yang terdaftar beroperasi di lintasan Lembar–Padangbai, hanya 21 yang dalam kondisi aktif. 

Dan dari 21 itu, sehari-hari hanya 13 kapal yang berlayar melayani penumpang dari Lombok ke Bali serta sebaliknya. 

Biaya operasional kapal penyeberangan terus melonjak, sementara tarif yang berlaku tidak bergerak sehingga menciptakan selisih yang makin lebar. 

Ketua DPC Gapasdap Lembar Firman Dandy, Jumat (12/6/2026), menyebut berdasarkan perhitungan asosiasi, tarif sudah tidak sebanding dengan biaya operasional.

"Berdasarkan perhitungan Gapasdap, ketertinggalan tarif saat ini bahkan mencapai sekitar 83 persen dari kebutuhan biaya," jelasnya.

Baca juga: Pemprov NTB Surati Pemilik Kapal Buntut Dugaan Pungli Sewa Kasur Rute Lembar-Padangbai

Gejolak Rupiah dan Harga Minyak Dunia

Nilai tukar rupiah per 9 Juni 2026 berada di kisaran Rp18.136 per dolar AS membuat semua komponen berbasis valuta asing langsung merasakan dampaknya. 

Sementara harga minyak dunia masih bertengger di sekitar US$94 per barel, menekan biaya bahan bakar kapal yang tidak bisa dihemat.

"Kombinasi antara pelemahan rupiah dan tingginya harga minyak dunia membuat beban operasional kapal semakin meningkat," ujar Firman.

Ia merinci kenaikan harga suku cadang kapal naik 30–40 persen, oli naik hingga 60 persen, dan biaya docking kapal meningkat sekitar 20 persen berdasarkan data IPERINDO selaku asosiasi galangan kapal. 

Semua komponen ini hampir seluruhnya bergantung pada kurs dolar.

Gapasdap menyebut tarif penyeberangan belum disesuaikan sehingga semakin memperparah keadaan. 

Pendapatan perusahaan relatif stagnan, sementara pengeluaran operasional terus naik.

Bahkan sebelum tekanan kurs memburuk sekarang pun, tarif yang berlaku sudah tertinggal. 

Berdasarkan perhitungan Harga Pokok Produksi tahun 2019 yang disusun bersama Kementerian Perhubungan, YLKI, ASDP, pihak asuransi, dan asosiasi angkutan penyeberangan, tarif saat itu sudah kurang 31,8 persen dari kebutuhan biaya sebenarnya. 

Dengan kondisi kurs yang sekarang, selisih itu sudah jauh lebih lebar.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
Live
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved