Kamis, 11 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Kebakaran Bukit Sempana

Kronologi Kebakaran Bukit Sempana: Pendaki Sempat Terjebak, Pemadaman Terkendala

Tim gabungan KPH Rinjani Timur dan Polsek Sembalun melancarkan operasi evakuasi darurat jalur pendakian guna menyelamatkan 25 wisatawan

Tayang:
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM
KEBAKARAN BUKIT - Kebakaran melanda kawasan wisata alam Bukit Sempana, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur pada Selasa (9/6/2026). Tim gabungan KPH Rinjani Timur dan Polsek Sembalun melancarkan operasi evakuasi darurat jalur pendakian guna menyelamatkan 25 pendaki. 

Ringkasan Berita:
  • Tim gabungan KPH Rinjani Timur dan Polsek Sembalun melancarkan operasi evakuasi darurat jalur pendakian guna menyelamatkan 25 wisatawan.
  • Seluruh jalur pendakian Bukit Sempana kini ditutup total hingga batas waktu yang belum ditentukan.

TRIBUNLOMBOK.COM - Kebakaran melanda kawasan wisata alam Bukit Sempana, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur pada Selasa (9/6/2026). 

Tim gabungan dari KPH Rinjani Timur dan Polsek Sembalun melancarkan operasi evakuasi darurat jalur pendakian guna menyelamatkan 25 wisatawan.

Kebakaran sudah terjadi tetapi belum terbaca radar yang menyebabkan keterlambatan penanganan dini.

Berikut adalah urutan peristiwa runtut berdasarkan data lapangan.

Baca juga: Pemadaman Kebakaran Bukit Sempana Sembalun Dilanjutkan Hari Ini

Linimasa Kebakaran

Selasa, 9 Juni 2026 Pukul 15.00 WITA Titik Api Pertama Terdeteksi Manual

Informasi awal mengenai kemunculan asap di punggungan Bukit Sempana mulai masuk ke pos pengelola secara lisan dari warga di bawah. 

Namun, saat pengelola melakukan pengecekan pada aplikasi digital pemantau titik api (hotspot), sistem tidak mendeteksi adanya anomali panas. 

Akibat ketiadaan validasi data satelit ini, pergerakan tim pemadam tertahan di pos bawah.

Pukul 17.30 WITA Api Membesar Akibat Angin Kencang

Menjelang petang, tiupan angin mendorong api permukaan membakar vegetasi kering dengan cepat meluas, merayap naik mendekati area puncak. 

Api yang membesar mulai terlihat dengan mata telanjang dari wilayah Kecamatan Suela.

Pukul 18.30 WITA Status Darurat 

Petugas KPH Rinjani Timur secara resmi mengeluarkan status darurat setelah mendapati jarak lidah api hanya tersisa 500 meter dari area perkemahan aktif. 

KPH langsung menghubungi Polsek Sembalun untuk meminta bantuan personel evakuasi.

Pukul 19.00 - 22.00 WITA Operasi Evakuasi

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved