Haji 2026
Pelayanan Haji 2026: Ekosistem Haji hingga Digitalisasi
Penyelenggaraan haji 2026 memiliki makna historis karena untuk pertama kalinya dilaksanakan Kementerian Haji dan Umrah
"Setiap jemaah harus merasa dilindungi. Setiap keterbatasan harus mendapat dukungan. Setiap petugas harus hadir dengan empati, sigap, dan memahami kebutuhan khusus jemaah," tegas Irfan.
Dam, Konsumsi, dan Digitalisasi
Sebagai wujud sukses ekosistem ekonomi haji, tercatat 145.341 jemaah telah membayar dam dengan rincian 102.364 melalui program Adahi di Arab Saudi dan 38.992 melalui mekanisme di Indonesia.
Sebagian besar daging dam diarahkan untuk didistribusikan kepada warga Palestina melalui koordinasi Adahi dan Pemerintah Arab Saudi.
Untuk mendukung kekhusyukan ibadah, sebanyak 15 porsi makanan siap santap cita rasa Nusantara disiapkan selama fase Armuzna, dengan distribusi yang dimulai lebih awal sejak 6 Zulhijah.
Pengawasan layanan diperkuat melalui sistem digital berbasis Command Center, SIKABAH, dan Kawal Haji untuk memastikan respons petugas lebih cepat dan berbasis data.
Menhaj menutup sambutannya dengan mengajak seluruh jemaah memanfaatkan waktu wukuf untuk memperbanyak doa, zikir, dan istighfar.
"Arafah adalah ruang muhasabah. Doakan keluarga, para pemimpin bangsa, keselamatan Indonesia, dan semoga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur," pungkasnya.
(*)
| Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina, Bersiap Lempar Jumrah |
|
|---|
| Wukuf di Arafah Dimulai Siang Ini, Jemaah Haji Indonesia Diminta Tetap di Tenda |
|
|---|
| Puncak Haji Resmi Dimulai, 527 Kloter Jemaah Haji Indonesia Bergerak ke Arafah |
|
|---|
| Puncak Haji 2026: Tiap Kloter Didampingi Minimal Satu Dokter-Satu Perawat |
|
|---|
| Jarak Jamarat ke Tenda di Mina Capai 7 Kilometer Pulang-Pergi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/jemaah_haji_di_masjidil_haram_2026_02020202jpg.jpg)