Kamis, 28 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Protes Penutupan Gerai Alfamart

Senator Evi Apita Maya Tanggapi Penutupan Ritel Modern di Lombok Tengah

Penutupan puluhan ritel modern di Lombok Tengah menjadi catatan DPD RI guna mencari jalan tengah

Tayang:
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/Robby Firmansyah
PENUTUPAN RITEL - Senator Evi Apita Maya saat ditemui di Kantor Gubernur NTB, Senin (25/5/2026). Penutupan puluhan ritel modern di Lombok Tengah menjadi catatan DPD RI guna mencari jalan tengah. 
Ringkasan Berita:
  • Penutupan puluhan ritel modern di Lombok Tengah menjadi catatan DPD RI guna mencari jalan tengah.
  • DPD RI berharap ada solusi yang hadirkan pemerintah terhadap nasib puluhan karyawan.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia  (DPD RI) Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB), Evi Apita Maya menanggapi penutupan puluhan ritel modern di Lombok Tengah.

Ia mengaku baru mengetahui terkait dengan pro kontra penutupan ritel modern ini.

Evi bahkan kaget ketika mendapatkan informasi karyawan yang selama ini bergantung hidup disana terancam dipecat.

"Saya mau mempelajari lebih lanjut, saya baru membaca berita beberapa hari yang lalu, saya juga kaget sampai karyawannya menangis bagaimana nasib mereka kedepannya," kata Evi, Senin (25/5/2026).

Senator dua periode ini berharap ada solusi yang hadirkan pemerintah terhadap nasib puluhan karyawan.

Seperti bisa diakomodir dalam pengoperasian koperasi desa merah putih.

Baca juga: Satpol PP Lombok Tengah Temukan Ritel Modern Beroperasi Sembunyi-sembunyi Pascapenutupan

"Diharapkan ada koperasi desa merah putih ini bisa diakomodir mereka bisa masuk, karena mereka sudah berpengalaman ritel," kata Evi.

Evi enggan berkomentar lebih banyak karena masih ingin mempelajari lebih lanjut akar masalah dari penutupan 25 ritel modern di Lombok Tengah ini.

Ia mengatakan penutupan ini tetap menjadi catatan DPD RI guna mencari jalan tengah dari masalah ini, sehingga ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) masalah tidak menimbulkan masalah baru.

Sebelumnya ratusan karyawan ritel modern ini melakukan aksi damai di Kantor Bupati dan Kantor DPRD Lombok Tengah, menuntut pemerintah membuka kembali tempat mereka mencari nafkah.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved