Kamis, 14 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita NTB

Gagal Capai Target, Kepala UPTD Dislutkan Bima-Dompu Dicopot

Kepala UPTD Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Bima-Dompu dicopot karena gagal mencapai target kinerja.

Tayang:
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM/Robby Firmansyah
PENILAIAN KINERJA - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim, saat ditemui di Kantor Gubernur. Ia mengungkap alasan Kepala UPTD Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Bima-Dompu pada Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dibebastugaskan dari jabatannya. 
Ringkasan Berita:
  • Kepala UPTD Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Bima-Dompu dicopot karena gagal mencapai target kinerja.
  • Dislutkan NTB menerapkan sistem penilaian bulanan dengan target pendapatan BLUD Rp200 juta serta mekanisme reward and punishment.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Bima-Dompu pada Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dibebastugaskan dari jabatannya.

Hal ini sesuai dengan surat keputusan gubernur nomor: 800.1.3.3/362/BKD/2026 yang membebastugaskan pejabat tersebut dari jabatan lamanya menjadi pelaksana teknis kebijakan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB.

Kepala Dislutkan NTB, Muslim, mengatakan alasan gubernur mencopot kepala UPTD tersebut lantaran tidak mencapai target yang diberikan. Padahal, setiap bidang yang berkaitan dengan pelayanan harus mencapai target-target yang diberikan.

"Kalau BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) kan targetnya jelas, sistem pelayanannya seperti apa, pendapatannya bagaimana, efisiensi dan efektivitasnya seperti apa, kan ada indikator semua,” kata Muslim.

Setiap bulannya Gubernur Lalu Muhamad Iqbal melakukan penilaian terhadap kinerja anak buahnya, terutama terkait dengan efisiensi penggunaan anggaran, pendapatan, dan menciptakan mekanisme kerja yang bisa mendorong partisipasi semua tim.

Muslim mengatakan setiap bulannya BLUD di Dislutkan diberikan target Rp200 juta untuk daerah. Jika tidak mampu mencapainya, maka ada konsekuensi yang menanti.

"Dalam sosialisasi yang saya lakukan kepada teman-teman UPTD BLUD, kalau tidak mencapai target maka ada reward and punishment," kata Muslim.

Setelah penerapan struktur organisasi dan tata kelola (SOTK) baru, Dislutkan tengah melakukan penataan kembali agar kinerja bisa dilakukan optimal. Tentu dengan menempatkan orang-orang yang berkompeten di bidangnya dan mampu memberikan kontribusi kepada daerah.

Muslim menegaskan bagi pegawai yang memiliki kinerja baik, Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan reward kepada mereka seperti Kepala UPTD Labuan Lombok yang sudah enam tahun menjabat.

"Kita butuh orang-orang yang bekerja berbasis pada kemampuan untuk menunjukkan bukan saja kemampuan mendapatkan uang banyak, tapi bagaimana dia mengefektifkan pola komunikasi antara seorang leader dan team work," pungkasnya.

Baca juga: Potensi Rp2 Miliar, Pemprov NTB Dorong 4 Unit BLUD Perikanan Beroperasi Maksimal

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved