NTB
Siapkan Pemimpin Masa Depan, Dikpora dan Iprahumas NTB Gelar Seminar Era Digital
Ringkasan Berita:
- Dikpora NTB dan Iprahumas NTB menggelar seminar penguatan kapasitas, kepemimpinan, dan transformasi pemuda di era digital yang diikuti 70 pelajar dan mahasiswa se-NTB.
- Seminar menghadirkan narasumber dari BNN NTB, Iprahumas NTB, dan Bakesbangpoldagri NTB untuk membahas bahaya narkoba, kepemimpinan, komunikasi, dan adaptasi teknologi digital.
TRIBUNLOMBOK.COM - Dikpora NTB berkolaborasi dengan Ikatan Fungsional Pranata Humas (Iprahumas) NTB menggelar seminar sehari “Penguatan Kapasitas, Kepemimpinan, dan Transformasi Pemuda NTB di Era Digitalisasi”, Selasa (12/5/2026) di Aula Handayani Dikpora NTB.
Sebanyak 70 peserta dari pelajar setingkat SLTA/SMK dan mahasiswa se-NTB ambil bagian dalam kegiatan perdana yang diinisiasi oleh kedua institusi tersebut.
Seminar ini menghadirkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB, Brigjen Pol Marzuki, yang mensosialisasikan dan mengedukasi pemuda akan bahaya laten narkoba bagi generasi muda.
Ketua Iprahumas NTB, H. Suhirman Adita, menyampaikan materi kepemimpinan pemuda dan komitmen membangun generasi muda serta pemuda NTB yang tangguh dan adaptif di era digital, serta narasumber dari Bakesbangpoldagri Provinsi NTB.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB, Dr. Syamsul Hadi, mengungkapkan bahwa gambaran pemuda hari ini adalah gambaran pemuda masa depan penerus pembangunan bangsa.
Ia mengungkapkan hal itu saat mengutip pernyataan mantan Kadis Dikpora NTB, Swignyo, tiga puluh tahun lalu, yang menurutnya masih relevan hingga saat ini dan untuk masa yang akan datang.
“Saya lihat pemuda hari ini adalah gambaran masa depan bangsa Indonesia, NTB, dan masyarakat kita. Saya senang sekali dan optimistis pemuda yang menggambarkan kecerahan saat ini adalah figur generasi muda harapan bangsa. Tentu, untuk bisa mewujudkan pencerahan masa depan bangsa ini harus diiringi dengan melaksanakan berbagai macam ikhtiar dan instrumen pendorong. Inilah kepemimpinan transformasional yang bisa dijadikan pedoman untuk menjadi seorang pemimpin bangsa ke depan,” terangnya.
Menyinggung tentang kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan di era digital, dikatakannya terdapat satu konsep bahwa pemimpin sesungguhnya hanya memiliki satu kunci, yakni bagaimana bisa memengaruhi yang dipimpinnya. Ilmu untuk itu tergantung bagaimana kesiapan sumber daya manusia yang ada pada diri seorang pemimpin.
“Pemuda sebagai calon pemimpin masa depan haruslah menjadi figur yang bisa ditiru dan digugu, baik perilaku, karakter, maupun tindakan yang ada pada dirinya. Kemampuan yang ada pada diri kita bisa menjadi contoh figur kepada personal maupun organisasi yang kita pimpin. Karena itu, belajar dan terus belajar adalah sesuatu yang tak bisa ditawar oleh pemuda,” ungkapnya.
Karena itu, kepada para pemuda, tambah Syamsul Hadi, jika ingin menjadi pemimpin yang transformasional, sejak awal harus mengasah diri, selanjutnya bagaimana membangun komunikasi. Karena menjadi calon pemimpin masa depan syaratnya adalah memiliki kemampuan untuk membangun komunikasi.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dalam membangun komunikasi dengan publik harus dilakukan secara terencana terlebih dahulu. Pasalnya, komunikasi yang tak terencana akan menemukan kegagalan dalam berkomunikasi.
Ia juga menyoroti bahwa untuk menjadi seorang pemimpin, jangan menjadikan orang atau organisasi yang dipimpin sebagai saingan atau lawan karena hal tersebut dinilai kurang sehat.
Pendekatan persuasif menjadi hal pertama yang harus dilakukan, di mana komunikasi yang dibangun tidak merendahkan orang lain, apalagi membuat orang lain tersinggung. Sebaliknya, komunikasi yang dibangun harus mampu memberikan inspirasi melalui pendekatan persuasif.
Berikutnya, hal yang relevan dilakukan oleh seorang pemimpin adalah sikap demokratis untuk selalu menjadi pendengar yang baik dengan menuntaskan terlebih dahulu penjelasan yang disampaikan. Sehingga hal-hal baik dan solusi terbaik bisa dilakukan dalam komunikasi lanjutan.
Merujuk pada beberapa riset, kata Syamsul Hadi, untuk menjadi pemimpin ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, di antaranya kemampuan seseorang dalam membangun jejaring. Artinya, tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun komunitas. Oleh karena itu, jejaring baik personal, lembaga, maupun komunitas menjadi bagian yang tak terpisahkan.
“Selanjutnya kemampuan kita berinovasi. Ingat, kita tetap menghargai apa yang ditinggalkan pemimpin sebelumnya. Kita meneruskan apa yang sudah baik, namun juga berusaha melakukan upaya-upaya inovasi. Inovasi menjadi sesuatu yang dibutuhkan karena tantangan-tantangan kita di setiap waktu penuh dinamika. Karena itulah inovasi dalam kepemimpinan menjadi bagian yang harus kita lakukan,”jelasnya.
Dikatakan, kepemimpinan dan komunikasi juga tidak terlepas dari kemampuan dalam menguasai teknologi, salah satunya digitalisasi. Tanpa menguasai teknologi akan tertinggal, karena di era digital ini apa yang baru hari ini, besok sudah tidak baru lagi.
“Dengan teknologi kita bisa bersosialisasi dan mengadaptasikan diri dengan dinamika itu. Salah satunya, kita tidak gagap teknologi,” ujarnya.
Berikutnya, kata pejabat yang lama berkecimpung di dunia pendidikan ini, perlunya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang secara umum berupa kemampuan abstraksi dan motivasi.
Kemampuan abstraksi menjadi salah satu harapan dan motivasi yang tinggi. Abstraksi adalah personal seseorang yang memiliki komitmen dan kecerdasan, dan sikap seperti ini sangat dibutuhkan.
“Karakter itu sendiri terbentuk dari proses yang cukup lama mulai dari usia emas seseorang. Oleh karena itulah para pemuda, kalau ingin menjadi pemimpin di masa depan yang berhasil, maka tentu harus memperhatikan pembangunan jejaring, berinovasi, menguasai teknologi, dan mengelola sumber daya manusia. Sehingga apa yang dicita-citakan, insya Allah, sebagai pemuda sukses di masa datang bisa diraih. Dan para pemuda bisa menjadi harapan bangsa yang akan membangun dan memajukan daerah serta bangsa ini ke depannya,” tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Dikpora-dan-Iprahumas-NTB-berkolaborasi-menyelenggarakan-seminar.jpg)