Selasa, 21 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Efisiensi Energi di NTB

Pemda di NTB Efisiensi Energi: WFH ASN, Inisiatif Hemat BBM

Sejumlah Pemda di NTB mulai menerapkan kebijakan efisiensi energi di tengah krisis geopolitik global

Biro Adpim NTB
HEMAT ENERGI - Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Tahun 2025 saat menerima SK di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Selasa (23/12/2025). Sejumlah Pemda di NTB mulai menerapkan kebijakan efisiensi energi di tengah krisis geopolitik global. 

"Kami pastikan enggak akan (terganggu) layanan. Insyaallah. Tapi kalau pelayanan, tidak ada persoalan. Rumah sakit, pendidikan kan harus masuk juga, pelayanan-pelayanan tertentu publik," tambahnya.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tengah mempelajari surat edaran yang masuk untuk mengatur proporsi pengurangan kehadiran di kantor secara terencana agar tidak menimbulkan penumpukan layanan dan tetap menjamin kenyamanan masyarakat.

"Dengan kebijakan ini, kita harapkan efektivitas kerja ASN tetap terjaga tanpa mengorbankan kepentingan publik di Lombok Tengah," pungkas Pathul.

Mataram Awasi ASN Secara Digital

CUTI ASN MATARAM - Para ASN Kota Mataram saat mengikuti upacara di kantor wali kota. Dari 5580 ASN lingkup Pemkot Mataram, hanya 50 persen saja ymaksimal yang bisa mengajukan cuti libur pasca berakhirnya libur hari raya Idul Fitri nanti.
CUTI ASN MATARAM - Para ASN Kota Mataram saat mengikuti upacara di kantor wali kota. Dari 5580 ASN lingkup Pemkot Mataram, hanya 50 persen saja ymaksimal yang bisa mengajukan cuti libur pasca berakhirnya libur hari raya Idul Fitri nanti. (TRIBUNLOMBOK.COM/WAWAN SUGANDIKA)

Kepala BKPSDM Kota Mataram, Taofik Priyono, menyatakan bahwa pihaknya masih dalam tahap pengkajian kendati SE Mendagri telah resmi keluar. Pemkot Mataram masih menunggu arahan langsung dari Wali Kota Mataram sebelum menerapkan kebijakan tersebut secara resmi.

"Nanti kita tunggu ini dulu, kita tunggu surat edarannya dulu seperti apa, kita pelajari dulu baru kita bisa menentukan misal melanggar sanksinya seperti apa gitu," ucap Taofik yang akrab disapa Yoyo tersebut.

Ia menambahkan bahwa pengalaman WFH saat pandemi COVID-19 menjadi modal tersendiri bagi ASN Kota Mataram dalam menjalankan sistem kerja jarak jauh.

"Kemungkinannya mungkin Jumat aja, cuman kita kan sudah pernah melaksanakan pada saat COVID dulu. Jadi bukan orang barulah kalau untuk kita melaksanakan lagi," imbuhnya.

Untuk memastikan kinerja ASN tetap produktif meski tidak di kantor, BKPSDM Kota Mataram berencana memanfaatkan teknologi digital dan aplikasi kerja yang sudah tersedia. Pengawasan tidak hanya mengandalkan kehadiran fisik, melainkan distribusikan ke masing-masing kepala OPD.

"Sistem pengawasannya juga kita minta dari masing-masing kepala OPD bertanggung jawab terhadap kinerja ASN meskipun mereka bekerja tidak di kantor," pungkasnya.

Insiatif Pemda KSB

TERIMA SK - Sebanyak 2.314 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, Selasa (29/7/2025).
TERIMA SK - Sebanyak 2.314 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, Selasa (29/7/2025). (Istimewa)

Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, menekankan bahwa esensi kebijakan ini bukan sekadar soal lokasi bekerja, melainkan tentang budaya efisiensi yang lebih luas dalam tata kelola pemerintahan.

"Yang paling utama bukan hanya pada tempat bekerjanya, tetapi bagaimana kita mampu menghadirkan efisiensi dalam bekerja, baik dari sisi waktu, biaya, maupun produktivitas," tegasnya, Kamis (2/4/2026).

Amar menyatakan bahwa implementasi WFH di Sumbawa Barat masih menunggu petunjuk teknis dari Kemendagri sebelum dituangkan dalam surat edaran yang mengatur OPD mana saja yang dapat menerapkan WFH.

"Oleh karena itu, kita akan berhati-hati dalam menerapkannya," jelas Amar.

Di luar kebijakan WFH, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga telah mengambil langkah efisiensi konkret lainnya, termasuk pemangkasan penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen dan mendorong kebiasaan bersepeda ke kantor.

"Saya berharap seluruh ASN di lingkungan Pemerintah KSB dapat memahami esensi dari setiap kebijakan yang ada, yakni mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap perubahan," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved