Tersedia 45 Klinik Kesehatan Haji di Makkah dan Madinah
Petugas kesehatan kloter akan dibekali pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan (severity level) penyakit.
Bagi jemaah dengan penyakit penyerta (komorbid), ia menekankan pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat sesuai resep dokter.
Ia juga mengajak jemaah untuk memperkuat kesiapan spiritual dengan memperbanyak dzikir, berdoa, dan bertawakal kepada Allah SWT agar ibadah haji dapat berjalan lancar dan sehat.
Layanan Penunjang Medik KKHI
1. Radiologi — KKHI dilengkapi dengan fasilitas radiologi dasar yang vital untuk diagnosis cepat, termasuk alat rontgen yang membantu mendeteksi kondisi seperti fraktur, dislokasi, atau dugaan infeksi paru-paru seperti pneumonia yang seringkali menjadi ancaman di tengah kerumunan.
2. Layanan Gizi — Dokter spesialis gizi klinis dan nutrisionis yang bertugas mengevaluasi status nutrisi jemaah dan menyusun rencana diet yang sesuai, terutama bagi mereka yang dirawat inap atau memiliki penyakit kronis, karena asupan nutrisi yang tepat sangat vital untuk mempercepat pemulihan dan menjaga daya tahan tubuh jemaah.
3. Rekam Medis Terintegrasi — Setiap riwayat medis, hasil pemeriksaan, diagnosis, dan terapi dicatat secara sistematis dalam sistem rekam medis yang terkomputerisasi, memastikan data jemaah dapat diakses dengan cepat dan akurat oleh seluruh tim medis untuk memudahkan koordinasi perawatan.
4. Farmasi dan Apotek — Pelayanan kefarmasian di KKHI memastikan ketersediaan obat-obatan yang lengkap dan aman, mulai dari obat-obatan esensial, obat penyakit kronis, hingga alat kesehatan dasar, semuanya terkelola dan terstandardisasi, dilengkapi konseling penggunaan obat yang benar.
5. Fisioterapi — Layanan fisioterapi sangat dibutuhkan oleh jemaah yang mengalami masalah muskuloskeletal, kelelahan otot, atau pasca cedera, di mana fisioterapis membantu melalui terapi fisik, latihan terapeutik, dan edukasi postur untuk mengurangi nyeri dan mengembalikan fungsi gerak.
6. Unit Gawat Darurat (UGD) — KKHI dilengkapi dengan UGD untuk penanganan kasus emergensi, ruang observasi untuk pemantauan kondisi jemaah, ambulans untuk transportasi medis, serta ruang rawat inap umum dan ruang rawat inap khusus bagi pasien dengan masalah kejiwaan.
KKHI tidak hanya menunggu pasien datang, tetapi juga menguatkan layanan kesehatan yang proaktif di penginapan melalui konsolidasi Tim Kesehatan Haji Kloter (TKHK) dan tim visitasi KKHI yang turun langsung ke penginapan jemaah.
| Pasar Oleh-oleh Haji di Makkah: Pedagang Fasih Bahasa Indonesia, Bisa Bayar Pakai Rupiah |
|
|---|
| Cara Jemaah Haji Bawa Air Zamzam dengan Botol Ditutup Lakban Tidak Mempan |
|
|---|
| Dua Catatan Arab Saudi Terkait Penyelenggaraan Haji Indonesia: Keterbukaan Media, Kesehatan Jemaah |
|
|---|
| Suasana Haru Penjemputan 'Tamu Allah' Asal Lombok Barat |
|
|---|
| Barang Pribadi Boleh Ditinggal, Tapi Jangan Boneka Unta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Belum-Ada-Visa-Haji.jpg)