Kuliner Khas NTB
Menu Detoks Usai Lebaran: Segarnya Sepat Khas Sumbawa Tanpa Minyak dan Santan
Sepat khas Sumbawa menjadi alternatif segar penawar “eneg” setelah menu Lebaran, dengan kuah bening asam pedas dan aroma bakaran.
Ringkasan Berita:
- Sepat khas Sumbawa menjadi alternatif segar penawar “eneg” setelah menu Lebaran, dengan kuah bening asam pedas dan aroma bakaran.
- Keunikan terletak pada bahan yang dibakar seperti ikan, terong, dan bumbu, menghasilkan cita rasa smoky yang ringan.
TRIBUNLOMBOK.COM - Setelah seminggu penuh dimanjakan dengan opor ayam, rendang, dan segala hidangan bersantan khas Lebaran, lidah biasanya mulai merindukan sesuatu yang segar dan ringan.
Jika Anda mencari penawar rasa 'eneg' karena menu berminyak, Sepat khas Sumbawa adalah jawaban paling pas.
Kuliner ikonik dari Tau Samawa (orang Sumbawa) ini menawarkan sensasi rasa yang kontras dengan menu Idulfitri.
Kuahnya yang bening, asam, dan pedas, ditambah aroma bahan-bahan yang serba dibakar, dijamin bakal langsung mengembalikan selera makan Anda.
Keistimewaan Sepat terletak pada proses pengolahannya. Alih-alih digoreng atau ditumis, bahan-bahan utamanya seperti ikan, terong, hingga bumbu-bumbunya justru melalui proses pembakaran.
Aroma smoky inilah yang memberikan karakter kuat tanpa meninggalkan rasa berat di tenggorokan.
Tidak perlu bingung mencari bahan, karena resep warisan leluhur ini sangat sederhana dan bisa Anda praktikkan di rumah menggunakan bahan-bahan yang ada di dapur.
Berikut panduan menghidangkan kesegaran pulau seberang di meja makan Anda:
Bahan Utama
- Ikan segar jenis apa pun (bakar hingga matang). Anda juga bisa menggunakan stok udang, ikan asin, atau ayam bakar sisa Lebaran.
- Terong ungu atau hijau (bakar hingga lunak).
- Daun ruku atau kemangi (untuk aroma wangi) dan kerupuk kulit (untuk tekstur renyah).
Bumbu Halus (Serba Bakar):
- 2 siung bawang merah (bakar).
- 2 butir kemiri (bakar).
- Cabai rawit sesuai selera (bakar).
- Garam dan gula secukupnya.
Penyegar Alami
Perasan jeruk purut, jeruk nipis, atau belimbing wuluh.
Baca juga: Pedagang Ketupat Dadakan di Mataram Ramai Berjualan Jelang Lebaran Topat
Langkah Pembuatan
- Ulek bawang merah, kemiri, dan cabai yang sudah dibakar. Tambahkan garam dan gula hingga menyatu.
- Bersihkan terong bakar dari kulitnya, lalu suwir-suwir dagingnya. Jangan lupa suwir juga daging ikan bakarnya (pisahkan dari duri).
- Masukkan suwiran ikan, terong, dan bumbu halus ke dalam mangkok besar.
- Tuangkan air panas secukupnya. Aduk rata agar sari-sari bumbu bakar menyatu dengan kuah beningnya.
- Masukkan daun kemangi dan perasan jeruk purut. Aduk sebentar hingga aroma segarnya keluar.
- Sepat khas Sumbawa siap disantap bareng nasi putih hangat.
Kuah asam pedasnya yang meresap ke dalam daging ikan bakar adalah kombinasi sempurna untuk "membersihkan" lidah dari sisa-sisa lemak opor. Selamat menikmati kesegaran autentik Sumbawa!
| Serabi Penaraga, Kudapan Tradisional Bima yang Masih Setia dengan Tungku Tanah Liat |
|
|---|
| Wajib Cicip! 7 Kuliner Legendaris yang Bikin Liburan ke Lombok Jadi Tak Terlupakan |
|
|---|
| Jajal Kuliner Ikan Bakar di Pantai Loang Baloq Mataram, Harga Rp 10 Ribu Per Ekor |
|
|---|
| Cara Membuat Jaje Tujak dan Poteng, Makanan Khas Lombok Saat Lebaran |
|
|---|
| Kelepon Khas Lombok Menawarkan Bentuk dan Rasa Berbeda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Sepat-khas-Sumbawa-menjadi-alternatif-segar-penawar-eneg-setelah-menu-Lebaran.jpg)