Minggu, 10 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita Lombok Timur

Permintaan Sapi Melonjak saat Idul Fitri, Lombok Timur Siap Datangkan dari Sumbawa

Kebutuhan daging sapi di Lombok Timur cukup tinggi, terutama dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tayang:
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM
PASOKAN SAPI - Truk pengangkut sapi dari Pulau Sumbawa sudah mulai dikirim ke berbagai daerah di jalan Aikmel - Mataram, Lombok Timur pada Senin (9/3/2026). Kebutuhan daging sapi di Lombok Timur cukup tinggi, terutama dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Ringkasan Berita:
  • Kebutuhan daging sapi di Lombok Timur cukup tinggi, terutama dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Tanpa pasokan dari luar, dikhawatirkan populasi sapi lokal akan terkuras.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berencana mendatangkan sapi dari Pulau Sumbawa guna mencukupi kebutuhan daging yang melonjak menjelang Idul Fitri. 

Langkah ini juga ditempuh untuk menjaga kestabilan populasi ternak di wilayah Lombok Timur.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, mengungkapkan bahwa meskipun jumlah sapi di daerahnya terus bertambah setiap tahun, permintaan daging juga mengalami peningkatan signifikan. 

"Populasi sapi kita meningkat, tetapi konsumsi daging masyarakat juga naik drastis," kata Iron sapaan akrabnya pada Senin (9/3/2026).

Menurutnya, kebutuhan daging sapi di Lombok Timur cukup tinggi, terutama dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Baca juga: Jepang Bidik Sumbawa Jadi Pusat Peternakan Sapi Terintegrasi

Tanpa pasokan dari luar, dikhawatirkan populasi sapi lokal akan terkuras. 

Jika itu terjadi, dampaknya akan langsung terasa pada lonjakan harga daging.

"Dengan mendatangkan sapi dari luar kabupaten saat permintaan sedang tinggi, harga dapat terkendali. Para pedagang tidak punya celah untuk menaikkan harga seenaknya," tegas Iron.

Harga Sapi Hidup Mahal

Kepala Seksi Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur, Sulhul Hadi, menyebutkan bahwa harga sapi di pasar hewan saat ini mencapai Rp60 ribu per kilogram. 

Kondisi ini membuat para jagal kesulitan memperoleh sapi potong dengan harga wajar, sehingga mereka berharap bisa mendatangkan sapi dari Sumbawa yang harganya lebih terjangkau.

"Harga sapi hidup sekarang tergolong mahal. Karena itu, muncul keinginan untuk mengambil sapi dari Sumbawa yang lebih murah," jelasnya.

Meski stok daging di Lombok Timur masih terbilang aman dengan populasi ternak mencapai lebih dari 140 ribu ekor, pihaknya tetap waspada terhadap lonjakan permintaan, terutama saat Idul Fitri dan Idul Adha. 

"Kami harus mengantisipasi sejak dini. Salah satu solusinya adalah mendatangkan sapi dari luar, namun harus melalui analisis risiko," tambah Sulhul.

Rencana ini tidak bisa serta-merta dijalankan karena status kesehatan hewan. 

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved