Berita Lombok Timur
Jelang Iduladha, Harga Sapi di Lombok Timur Mulai Naik
Harga sapi kurban di Lombok Timur naik hingga Rp60 ribu per kilogram berat hidup menjelang Iduladha 2026.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Harga sapi kurban di Lombok Timur naik hingga Rp60 ribu per kilogram berat hidup menjelang Iduladha 2026.
- Disnakeswan memperkirakan kambing lebih banyak dipilih karena harganya turun dibanding tahun lalu.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Menjelang Hari Raya Iduladha tahun 2026, harga sapi kurban perlahan-lahan meningkat, terutama untuk jenis sapi eksotis.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur, drh. Hultatang mengatakan saat ini, harga sapi kurban berkisar antara Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram berat hidup.
"Kenaikan harga tergantung pada spesifikasi sapi. Jika spesifikasinya bagus, harga per kilogram berat hidup bisa mencapai Rp55-60 ribu," katanya pada Kamis (7/5/2026).
Sebelumnya, harga berat hidup di pasar hewan hanya sekitar Rp50.000-51.000 per kilogram. Namun, sapi yang dijual dengan sistem timbang biasanya adalah sapi dengan bobot di atas 400-500 kilogram ke atas, atau sapi jenis eksotis.
Sementara untuk sapi jenis bali, penjualannya lebih sering menggunakan metode cawangan (taksir atau perkiraan). Kondisi di pasaran menunjukkan bahwa harga sapi bali juga mengalami kenaikan dibandingkan hari-hari biasa.
"Untuk sapi bali pakai sistem cawangan, jarang yang ditimbang. Harganya tergantung ukuran sapi. Kadang Rp15 juta sudah bisa mendapatkan sapi yang besar dan sehat," jelasnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Sumbang 11 Sapi Kurban di NTB, Bobot Capai 900 Kilo
Berbeda dengan sapi, harga kambing kurban tahun ini justru mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Saat ini, harga kambing kurban berkisar antara Rp2-3 juta per ekor, sedangkan tahun 2025 sebelumnya rata-rata mencapai Rp4,5-5 juta per ekor.
Melihat kondisi tersebut, diperkirakan pada perayaan Iduladha tahun ini, hewan kurban yang paling banyak disembelih adalah kambing, bukan sapi. Meski begitu, proses pendataan di masing-masing kecamatan masih berlangsung.
"Kami belum mengetahui pasti jumlah hewan kurban untuk tahun ini karena pendataan masih berjalan. Kemungkinan jumlahnya akan terlihat seminggu sebelum Idul Adha," ujarnya.
Pada Iduladha tahun 2025 lalu, jumlah hewan kurban (sapi dan kambing) mencapai 3.500 ekor, dengan sapi sebagai hewan yang paling dominan.
Terpisah Kepala Disnakeswan Lombok Timur, Masyhur, menyampaikan bahwa sebagian besar sapi yang dibeli masyarakat untuk kurban adalah sapi bali.
Sementara sapi eksotis umumnya dibeli oleh para jagal untuk kebutuhan pemotongan harian.
"Sapi eksotis kebanyakan dibeli jagal untuk kebutuhan daging sehari-hari. Tahun lalu jumlah hewan kurban mencapai 3.500 ekor. Saat ini saya sudah mengirim surat ke UPTD untuk segera turun mendata hewan kurban," kata Masyhur.
Menurutnya beberapa hari sebelum pemotongan, sapi-sapi kurban akan disuntik vaksin untuk mencegah berbagai penyakit, seperti penyakit cacing hati.
Oleh karena itu, minimal dua minggu sebelum Idul Adha, data hewan kurban harus sudah masuk agar proses vaksinasi bisa segera dilakukan.
"Kami harap para panitia kurban juga agar tidak membuang limbah hewan kurban secara sembarangan," tutupnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/HARGA-SAPI-KURBAN-DI-LOTIM-NAIK.jpg)