Jumat, 24 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

BPOM Mataram Temukan Boraks pada Kerupuk dan Mi Basah di Lombok

BPOM menemukan enam sampel pangan mengandung boraks dari 97 sampel yang diuji di Pasar Kediri Lombok Barat dan Pasar Pancor Lombok Timur.

Editor: Idham Khalid
Istimewa
PENGAWASAN MAKANAN - Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram bersama tim lintas sektor melakukan pengujian cepat sampel pangan menggunakan test kit saat intensifikasi pengawasan pangan Ramadhan di Pasar Kediri, Lombok Barat, Rabu (4/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • BPOM menemukan enam sampel pangan mengandung boraks dari 97 sampel yang diuji di Pasar Kediri Lombok Barat dan Pasar Pancor Lombok Timur selama pengawasan Ramadan.

  • Produk yang positif boraks berupa kerupuk terigu dan mi basah, sementara sampel takjil di Giri Menang Square Gerung dan Selong dinyatakan aman.

 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan sejumlah produk pangan mengandung bahan berbahaya saat melakukan intensifikasi pengawasan selama bulan Ramadhan di wilayah Lombok Barat dan Lombok Timur.

Temuan tersebut diperoleh dari hasil pengujian sampel pangan di pasar tradisional pada 4-5 Maret 2026 selama Ramdan.

Kegiatan pengawasan dilakukan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram bersama sejumlah instansi lintas sektor, antara lain Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, serta relawan SAKA POM.

Pengawasan difokuskan pada produk pangan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya yang dijual di pasar tradisional maupun sentra penjualan takjil, sebagai upaya memastikan keamanan pangan yang beredar selama Ramadhan.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan pentingnya penguatan sistem pengawasan pangan secara menyeluruh.

“Dengan pengawasan yang lebih terintegrasi dari hulu ke hilir ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing industri nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).

Baca juga: BPOM Mataram Perketat Pengawasan Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru 2026

Tim pengawas melakukan pemeriksaan di sejumlah lokasi, yakni Pasar Kediri di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, serta Pasar Pancor di Kecamatan Pancor, Kabupaten Lombok Timur.

Selain itu, pengawasan juga dilakukan di sentra penjualan takjil yang ramai dikunjungi masyarakat, yaitu Giri Menang Square di Gerung, Lombok Barat, dan sentra takjil di Selong, Lombok Timur.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengambilan sampel pangan yang kemudian diuji langsung di lapangan menggunakan metode uji cepat (test kit). Pengujian dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.

Dari total 97 sampel pangan yang diuji, petugas menemukan enam sampel positif mengandung boraks. Sampel tersebut terdiri dari empat kerupuk terigu dan dua mi basah yang dijual di Pasar Kediri, Lombok Barat, dan Pasar Pancor, Lombok Timur.

Sementara itu, hasil pengujian terhadap sampel yang diambil dari sentra takjil di Giri Menang Square Gerung dan Selong menunjukkan seluruh produk memenuhi syarat keamanan pangan dan tidak terdeteksi mengandung bahan berbahaya.

Terhadap temuan tersebut, petugas langsung melakukan pembinaan kepada para pedagang serta melakukan penelusuran terhadap sumber produk guna mencegah peredaran pangan yang tidak memenuhi ketentuan.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved