Minggu, 12 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Lebaran 2026

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Rabu 18 Maret, Arus Balik 24 Maret

Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan pergerakan mudik Lebaran 2026

TRIBUNLOMBOK.COM/Rozi Anwar
TRANSPORTASI LAUT - Kondisi penyebrangan di Pelabuhan Kayangan Lombok Timur pada Sabtu (27/12/2025). Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan pergerakan mudik Lebaran 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan pergerakan mudik Lebaran 2026.
  • Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3).

TRIBUNLOMBOK.COM - hasil Survei Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan pergerakan mudik. 

Proyeksi lalu lintas keluar Jakarta melalui GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, dan GT Cikupa selama H-10 hingga H+11 diperkirakan mencapai 3,67 juta kendaraan. 

Baca juga: 143 Juta Orang Diperkirakan akan Mudik Lebaran 2026

Tanggal Penting Mudik-Balik

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3) dengan 259 ribu kendaraan.

Sementara arus masuk Jakarta melalui GT Cikampek Utama, GT Kalihurip, GT Ciawi, dan GT Cikupa selama periode yang sama diproyeksikan mencapai 3,54 juta kendaraan. 

Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Senin, 24 Maret 2026 (H+3) dengan 285 ribu kendaraan.

Peningkatan Akses dan Layanan

Menhub Dudy Purwagandhi menyebut Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu daerah dengan mobilitas tertinggi secara nasional. 

Sebagian besar perjalanan mudik berasal dari DKI Jakarta dan Jawa Barat dengan tujuan utama Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

Ia menekankan pentingnya kesiapan armada melalui ramp check, pengawasan simpul transportasi khususnya terminal Tipe A, pemeriksaan kesehatan pengemudi, hingga konsolidasi program mudik gratis.

Selain itu, Menhub mendorong peningkatan akses dan layanan angkutan feeder menuju terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara. 

Layanan pengumpan dinilai penting untuk memperlancar distribusi penumpang, terutama ke titik keberangkatan mudik gratis.

Pengawasan dan rekayasa lalu lintas juga diminta dilakukan secara kondisional. 

Langkah tersebut meliputi penempatan petugas di titik rawan kemacetan, pemantauan CCTV, kesiapan jalur alternatif, serta pengaturan arus kendaraan saat puncak mudik dan balik.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved