Senin, 20 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Lebaran 2026

143 Juta Orang Diperkirakan akan Mudik Lebaran 2026

Tahun 2026 terlihat adanya sedikit penurunan potensi perjalanan mudik Lebaran sekitar 1,7 persen

TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
MUDIK LEBARAN - Penampakan sejumlah mobil parkir menanti jadwal penyebrangan di Pelabuhan Lembar, Selasa (25/3/2025). Tahun 2026 terlihat adanya sedikit penurunan potensi perjalanan mudik Lebaran sekitar 1,7 persen. 

Ringkasan Berita:
  • Tahun 2026 terlihat adanya sedikit penurunan potensi perjalanan mudik Lebaran sekitar 1,7 persen.
  • Hasil Survei Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan pergerakan dibanding potensi tahun 2025 sebanyak 146 juta orang.

TRIBUNLOMBOK.COM - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi  mengungkap hasil Survei Angkutan Lebaran 2026.

Dudy menjelaskan, hasil Survei Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan pergerakan. 

Sementara itu, pada 2025, survei mencatat potensi pergerakan masyarakat sebesar 146 juta orang, dengan realisasi mencapai 154 juta orang.

Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan adanya selisih yang cukup signifikan antara angka survei dan realisasi di lapangan. 

Meski secara survei tahun ini terlihat adanya sedikit penurunan sekitar 1,7 persen, hal tersebut tidak mengurangi kewaspadaan pemerintah dalam melakukan persiapan.

Baca juga: 119,5 Juta Warga Diprediksi Mudik Nataru 2025, Posko Angkutan Dibuka 24 Jam

FWA PNS 

Disebutkan bahwa persepsi/preferensi masyarakat menunjukkan penerapan flexible working arrangement (FWA) cukup efektif menekan potensi pergerakan puncak arus mudik seperti H-5 dan H-3. 

Dengan FWA, pergerakan masyarakat pada arus mudik lebih terdistribusi ke hari-hari sebelum H-3 dan H-5 (H-6 sampai H-8).

Pada arus balik, masyarakat juga menunjukkan persepsi/preferensi bahwa penerapan FWA cukup efektif menekan potensi pergerakan puncak arus balik yaitu H+4 sampai H+6 setelah lebaran. 

Hari puncak kepadatan pergerakan masyarakat menjadi terdistribusi lebih merata karena terdapat masyarakat yang mengubah rencana perjalanan di luar H-8 sampai dengan H+8 (menjadi sebelum H-8 dan setelah H+8).

Dudy menilai penerapan FWA akan mendukung kelancaran angkutan Lebaran. 

Ia menyebut, kebijakan tersebut berpotensi memecah kepadatan pergerakan masyarakat agar tidak terkonsentrasi dalam satu waktu saja.

“Kebijakan ini memberi ruang bagi pengaturan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan berkurangnya kepadatan pada periode tertentu, beban petugas di lapangan juga dapat lebih terkendali sehingga pengaturan lalu lintas dapat dilakukan secara lebih optimal,” ujar Dudy di Jakarta, Minggu (15/2/2026) dikutip dari laman resmi Kemenhub.

Pemerintah telah sepakat menerapkan FWA untuk Aparatur Sipil Negara dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, serta 27 Maret 2026. 

“Kami berasumsi bahwa pada 2026, dengan mempertimbangkan hari libur yang cukup panjang dan penerapan kebijakan FWA, periode pergerakan masyarakat dapat berlangsung kurang lebih selama dua minggu. Dengan kondisi tersebut, kami memperkirakan jumlah pergerakan masyarakat berpotensi kurang lebih sama dengan realisasi tahun kemarin,” kata dia.

Menhub Dudy pun mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan kebijakan FWA secara bijak, serta memilih waktu keberangkatan di luar periode puncak arus mudik dan arus balik.

“Partisipasi dan kedisiplinan masyarakat sangat penting agar distribusi pergerakan dapat lebih merata. Dengan dukungan semua pihak, kami harap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini dapat berlangsung selamat, aman, serta nyaman,” pungkas Dudy.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved