Jumat, 10 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

MBG Selama Ramadan di NTB Gandeng UMKM Lokal

Badan Gizi Nasional memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan selama Ramadan di NTB dalam bentuk makanan kering.

Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM/Robby Firmansyah
MBG RAMADAN: Kepala regional SPPG NTB, Eko Prasetyo saat ditemui di Kantor Gubernur NTB. Ia mengatakan program MBG di NTB selama Ramadan gandeng UMKM lokal untuk pasokan makanan kering.  
Ringkasan Berita:
  • Badan Gizi Nasional memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan selama Ramadan di NTB dalam bentuk makanan kering.

  • Intervensi gizi bagi anak-anak dan kategori 3B tetap diberikan setiap hari, dengan dukungan guru dan orang tua agar tidak disalahgunakan.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan bahwa penyaluran makanan bergizi gratis (MBG) selama Ramadan tetap dilakukan, hanya saja penyajiannya dalam bentuk makanan kering.

Kepala regional satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Nusa Tenggara Barat (NTB), Eko Prasetyo mengatakan makanan kering yang akan diberikan selama Ramadan akan bekerjasama dengan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). 

"Pelaksanaannya akan tetap dilakukan, dalam bentuk makanan kering. Makanan kering ini merupakan makanan yang dari UMKM," kata Eko, Selasa (17/2/2026).

Tak ingin kecolongan dari sisi kualitas makanan, Eko memastikan makanan dari UMKM yang akan diberikan kepada penerima manfaat program MBG akan diseleksi ketat. Sehingga tidak terjadi insiden keracunan nantinya. 

"UMKM-nya harus diperiksa juga, dianalisa dan dicek juga terkait dengan kebersihan dan keamanannya juga. Jangan sampai UMKM-nya asal-asalan bermasalah juga nanti," kata Eko.

Baca juga: Penyaluran MBG Tetap Jalan Selama Libur Imlek, Ramadan, dan Lebaran

Pelaksanaan ibadah puasa selama Ramadan tak menghalangi pemerintah, untuk memberikan intervensi gizi kepada anak-anak dan kategori 3B (Ibu menyusui, Ibu hamil dan Balita). 

"Intervensi gizi harus tetap dilakukan, jangan sampai sekarang diberikan nanti sebulan tidak itukan rentang waktu lama. Maksimal itu setiap hari paling tidak harus diberikan," kata Eko. 

Terkait dengan potensi banyaknya anak-anak yang membatalkan puasa akibat MBG ini, Eko berharap dari guru dan orang tua memberikan pemahaman serta pengertian agar hajat pemerintah ini tidak disalah gunakan. 

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved