Kamis, 30 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Kunjungan Mentan ke Lombok

Mentan Amran Sulaiman Targetkan Swasembada Bawang Putih 2029-2030 dari Sembalun

Menteri Pertanian tanam perdana bawang putih di Sembalun, NTB, sebagai pusat bibit untuk target swasembada nasional 2029-2030.

Tayang:
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM/Rozi Anwar
PERTANIAN - Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, melakukan tanam raya perdana bawang putih di kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (9/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Pertanian tanam perdana bawang putih di Sembalun, NTB, sebagai pusat bibit untuk target swasembada nasional 2029-2030.
  •  
  • Pemerintah menyiapkan Harga Pembelian Pemerintah dan pembangunan pabrik pakan ternak untuk mendukung ketahanan pangan dan nilai tambah petani.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, melakukan tanam raya perdana bawang putih di kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat ketahanan pangan dan mengejar target swasembada bawang putih nasional dalam 4 tahun hingga 5 tahun ke depan pada tahun 2029-2030.

"Sembalun memiliki potensi luar biasa sebagai pusat bibit nasional karena kualitas produknya yang jauh mengungguli bawang impor," katanya pada Senin (9/2/2026).

Menanggapi keluhan klasik petani mengenai melimpahnya produksi yang seringkali diikuti dengan jatuhnya harga, Mentan menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema perlindungan melalui Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

"Ke depan kita ada harga pembelian pemerintah, tidak boleh petani rugi. Petani itu sederhana, jangan buat rugi, mereka pasti akan berproduksi," tegas Andi Amran Sulaiman saat ditemui awak media di lokasi tanam.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah optimis dapat menghentikan ketergantungan impor dalam waktu dekat.

"Kita hentikan impor mungkin 3 sampai 4 tahun ke depan, paling lambat 5 tahun. Indonesia pasti bisa. Tanaman padi 7,4 juta hektar saja kita selesaikan apalagi ini," tambahnya.

Kondisi geografis Sembalun yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) dinilai menjadi kunci keunggulan kualitas bawang putih lokal. Mentan memuji hasil produksi di daerah ini yang mampu mencapai 20 hingga 28 ton per hektar.

"Kualitasnya sangat bagus kalau dibandingkan dengan bawang impor. Karena ini berada pada ketinggian 1.200 mdpl, kami pusatkan bumi bibit kita di sini," jelas Mentan.

Baca juga: Mentan Amran Tanam Perdana Bawang Putih di Sembalun, NTB Diproyeksikan Jadi Pusat Bibit Nasional

Selain fokus pada bawang putih, kunjungan ini juga mengungkap rencana besar pembangunan pabrik pakan ternak terintegrasi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pembangunan ini bertujuan untuk menyerap hasil jagung petani lokal agar memiliki nilai tambah.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menyambut baik visi tersebut. Ia menjelaskan bahwa pengembangan kawasan Sembalun tidak hanya untuk konsumsi, tetapi difokuskan menjadi lumbung benih nasional.

"Harapan saya ke depan, Sembalun tetap diandalkan sebagai lokasi pembenihan nasional. Dengan biaya usaha maksimal Rp80 juta, jika hasil 20 ton dikalikan harga dasar, petani bisa mengantongi Rp160 juta. Ini keuntungan dua kali lipat," ujarnya Iron sapaan akrabnya.

Iron juga memaparkan keberhasilan hilirisasi di sektor lain, seperti komoditas porang yang harganya kini stabil berkat adanya pabrik pengolahan lokal.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved