Sabtu, 18 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita Kota Mataram

PUPR Kota Mataram Tanggulangi Banjir Rob dengan 10.000 Geobag

Pemkot Mataram melalui Dinas PUPR membangun tanggul darurat sepanjang 1 kilometer di Lingkungan Pondok Prasi, Bintaro, menggunakan geobag.

Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM/Ahmad Wawan Sugandika
TANGGUL DARURAT - Pemkot Mataram melalui Dinas PUPR membangun tanggul darurat sepanjang 1 kilometer di Lingkungan Pondok Prasi, Bintaro, menggunakan kombinasi geobag dan batu boulder untuk melindungi warga dari gelombang pasang. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkot Mataram melalui Dinas PUPR membangun tanggul darurat sepanjang 1 kilometer di Lingkungan Pondok Prasi, Bintaro, menggunakan kombinasi geobag dan batu boulder untuk melindungi warga dari gelombang pasang.
  • Diperlukan sekitar 10.000 unit geobag; jika kurang, akan menggunakan karung pasir. Strategi pemasangan geobag terlebih dahulu, kemudian ditindih batu, terbukti efektif berdasarkan pengalaman sebelumnya.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah melakukan upaya penanganan jangka pendek, untuk mengatasi dampak banjir rob dan abrasi di Lingkungan Pondok Prasi, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan fokus utama saat ini adalah melindungi masyarakat dari hempasan gelombang pasang melalui pembangunan tanggul darurat, menggunakan kombinasi geobag dan batu boulder.

Strategi yang diterapkan adalah memasang geobag berisi pasir terlebih dahulu, kemudian diperkuat dengan tumpukan batu boulder.

"Skenario yang kami gunakan berkaca pada pengalaman sebelumnya di lokasi sebelah. Kami pasang geobag dulu, kemudian ditindih batu boulder. Cara ini terbukti paling efektif dan masih bertahan hingga saat ini," jelas Lale saat ditemui TribunLombok.com, Kamis (22/1/2026).

Lale mengungkapkan pihaknya menargetkan kebutuhan hingga 10.000 unit geobag. Jika ketersediaan geobag tidak mencukupi, pemerintah akan menggunakan karung pasir biasa sebagai langkah darurat.

Penanganan ini direncanakan membentang sepanjang kurang lebih 1 kilometer, mulai dari kawasan Pertamina hingga Pondok Prasi.

Dari total panjang tersebut, BPBD saat ini menangani sekitar 400 meter, sementara sisanya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).

Selain pembangunan fisik, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, telah menginstruksikan langkah tanggap darurat lainnya guna menjamin keamanan warga.

“Pengawalan pemerintah ini kan sudah ada perintah dari Pak Wali, akan dibangunkan posko termasuk juga untuk Dinas Sosial, Dinas Sosial sudah bangun dapur darurat dan lain sebagainya, itu sudah diarahkan oleh Pak Wali untuk segera dibangun," pungkasnya.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved