Minggu, 19 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Cuaca Ekstrem

Cuaca Ekstrem Terjang Kota Mataram, BPBD Catat Sembilan Kasus Pohon Tumbang

BPBD Kota Mataram mencatat sembilan titik pohon tumbang akibat angin ekstrem hingga 150 knot yang merusak rumah warga.

|
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM/Ahmad Wawan Sugandika
POHON TUMBANG - Penampakan pohon bringin yang tumbang imbas hujan disertai angin kencang di lingkungan Sukaraja Perluasan, Kecamatan Ampenan, Mataram, Selasa (20/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • BPBD Kota Mataram mencatat sembilan titik pohon tumbang akibat angin ekstrem hingga 150 knot yang merusak tiga rumah warga serta fasilitas umum lainnya.
 
  • Tim gabungan sedang mempercepat pendampingan pohon beringin besar di Ampenan dan mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap cuaca buruk yang masih melanda.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Cuaca buruk yang melanda Kota Mataram dalam sepekan terakhir mengakibatkan sejumlah insiden pohon tumbang di beberapa titik di wilayah ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mencatat, sejauh ini ada Sembilan laporan pohon tumbang di beberapa titik di antaranya jalan Sriwijaya dan wilayah Sukaraja, Ampenan.

Insiden paling menonjol adalah tumbangnya sebuah pohon beringin karet berukuran besar di Lingkungan Sukaraja Perluasan pada sekira pukul 04:00 WITA, Selasa (20/1/2026).

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzaki menyatakan bahwa penanganan sedang diupayakan selesai secepatnya. 

“Penanganan kita mungkin mudah-mudahan sampai sore (selesai). Tetapi yang lama penanganan karena ada kabel, ini ada teman-teman dinas perhubungan yang bantu untuk mengamankan jalur listrik," ucap Zaki saat ditemui mengevakuasi tumbang di Lingkungan Sukaraja Perluasan.

Dijelaskan Zaki, faktor utama penyebab tumbangnya pohon-pohon tersebut adalah kecepatan angin yang ekstrem serta kondisi tanah yang sudah jenuh akibat hujan selama beberapa bulan terakhir.

Hal ini menyebabkan pohon kecil maupun besar menjadi rentan roboh. Informasi dari pihak BMKG mencatat kecepatan angin berada pada kisaran 120 hingga 150 knot.

Kecepatan 150 knot setara dengan 277 km/jam, yang merupakan skala angin topan sangat kuat. 

Adapun, dampak dari cuaca ekstrem ini telah mengakubatkan pohon tumbang dan mengenai pemukiman warga. “Untuk rumah ini tiga unit," jelasnya.

Baca juga: Curi Kipas Angin di Masjid, Pria Asal Lombok Timur Ditangkap

Selain tempat tinggal, atap sejumlah Huntara di Cakranegara juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan angin.

Sampai saat ini, BPBD Kota Mataram terus melakukan upaya membersihkan pohon tumbang di beberapa wilayah ini.

Diperkirakan, penanganan akan rampung dikerjakan sekira sore hari ini, khususnya untuk pohon beringin yang tumbang di lingkungan Sukeraja Perluasan Kecamatan Ampenan yang berdekatan dengan sungai jangkok.

 "Estimasi mudah-mudahan sore ini bisa ditangani karena dia ada di wilayah Sungai Jangkok. Kita tidak ingin ada bekas pohon atau apa,” tandasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved