Kamis, 16 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Komoditas Naik Selama Ramadan, Pemkot Mataram Optimalisasi Command Center untuk Transparansi Harga

Pemkot Mataram menyiapkan optimalisasi Command Center sebagai pusat informasi harga bapok menyusul lonjakan cabai hingga Rp140 ribu/kg.

Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM/Ahmad Wawan Sugandika
HARGA BAPOKTING - Salah seorang pedagang cabai di  Pasar Mandalika Baretais Kota Mataram. Harga cabai di Kota Mataram naik jelang Ramadan hingga menyentuh angka Rp 110.000 per kilogram. Pemkot Mataram menyiapkan optimalisasi Command Center sebagai pusat informasi harga bapok menyusul lonjakan cabai hingga Rp140 ribu/kg. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Mataram menyiapkan optimalisasi Command Center sebagai pusat informasi harga bapok menyusul lonjakan cabai hingga Rp140 ribu/kg.

  • Sistem ini ditujukan untuk transparansi data dan mempercepat respons pemerintah terhadap keluhan warga soal harga pangan.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Di tengah lonjakan harga sejumlah bahan pokok (bapok), terutama komoditas cabai yang kini dilaporkan menembus angka Rp140 ribu per kilogram, kemudian bawang merah yang juga menembus angka Rp40 ribu per kilogram, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tengah menyiapkan langkah strategis.

Langkah ini untuk menjaga transparansi informasi bagi masyarakat, agar harga pasti komuditas ini tetap sama dan tidak terjadi permainan harga di pasaran.

Salah satu laangkah yang sedang digodok adalah pemanfaatan Command Center sebagai pusat informasi harga pangan yang dapat diakses publik.

Rencana ini mencakup diskusi mendalam mengenai maksimalisasi peran Command Center dalam menyediakan data yang akurat bagi pimpinan daerah maupun masyarakat umum.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Mataram, HM Ramdhani mengatakan, pihaknya saat ini pihaknya tengah memetakan informasi apa saja yang mendesak untuk dibagikan serta menentukan saluran media yang paling efektif agar informasi tersebut sampai ke tangan warga.

“Kami akan diskusikan soal maksimalisasi Command Center ini bersama OPD terkait. Informasi apa yang diperlukan pimpinan dan informasi mana yang perlu di share ke publik, ke masyarakat yang harus ada medianya, kemudian salurannya seperti apa,” ucap Dani, Kamis (26/2/2026).

Meskipun sistem ini masih dalam tahap perancangan dan belum siap untuk didemonstrasikan secara terbuka, Pemkot Mataram memastikan bahwa arah kebijakan akan berfokus pada kehadiran pemerintah di tengah persoalan masyarakat.

Baca juga: Harga Cabai Sentuh Rp120 Ribu per Kilogram di Lombok Barat

Fokus utama dari inisiatif ini kata dia, bukan hanya soal penyelesaian masalah secara instan, melainkan peningkatan response time atau kecepatan pemerintah dalam menanggapi keluhan warga terkait harga bapok.

Dani menekankan pentingnya kehadiran Pemerintah saat masyarakat menghadapi kendala ekonomi. 

“Prinsipnya itu bagaimana pemerintah segera hadir di persoalan masyarakat. Ketika ada masalah, response time pemerintah itulah yang diukur sebagai kinerjanya. Mau dia bisa selesai atau tidak, yang penting hadir dulu,” tegasnya.

Lebih lanjut, penyediaan kanal informasi ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersuara, karena kehadiran pemerintah untuk mendengar keluhan warga dianggap sebagai bagian dari solusi.

Saat ini, Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait distribusi informasi melalui Command Center tersebut masih terus dimatangkan agar saat diluncurkan nanti, data harga bapok dapat tersaji secara real-time dan akurat.

Kehadiran Command Center ini diharapkan dapat meredam keresahan warga di tengah fluktuasi harga pangan yang tidak menentu, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam merespons dinamika kebutuhan pokok masyarakat.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved