Selasa, 5 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Harga Cabai Sentuh Rp120 Ribu per Kilogram di Lombok Barat

Harga cabai rawit merah di Lombok Barat melonjak hingga Rp120 ribu per kilogram jelang Ramadan akibat cuaca dan tingginya permintaan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Istimewa
HARGA CABAI - Kepala Bidang Perdagangan Lombok Barat, Lale Widiani saat melakukan sidak pasar beberapa waktu lalu. Dia menyebutkan memasuki hari ke-5 puasa bulan Ramadhan ini, harga cabai di Lombok Barat menyentuh Rp120 ribu. 

Ringkasan Berita:
  • Harga cabai rawit merah di Lombok Barat melonjak hingga Rp120 ribu per kilogram jelang Ramadan akibat cuaca dan tingginya permintaan.

  • Pemda menyebut kenaikan bersifat sementara, sementara stok beras, minyak, gula, dan LPG dipastikan aman hingga Lebaran.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Memasuki hari ke-5 puasa di bulan Ramadhan 1447 hijriah ini, harga cabai rawit merah di sejumlah pasar di Kabupaten Lombok Barat mengalami lonjakan tajam.

Berdasarkan pantauan Dinas Perdagangan Lombok Barat, kenaikan ini mulai terdeteksi sejak minggu kedua Februari 2026, atau sekitar sepekan sebelum memasuki bulan puasa.

Kepala Bidang Perdagangan Lombok Barat, Lale Widiani, mengungkapkan bahwa komoditas cabai rawit merah menjadi yang paling signifikan kenaikannya, sementara jenis cabai lainnya cenderung stabil.

“Kenaikan harga cabai itu kita lihat dari data, dimulai minggu kedua Februari, seminggu sebelum puasa,” ucap Lale, Selasa (24/2/2026).

Ia merinci bahwa pada awal Februari, harga cabai rawit merah masih berada di kisaran Rp78 ribu per kilogram.

Namun, memasuki minggu kedua, harga melonjak ke angka Rp92 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Puncaknya terjadi pada minggu ketiga Februari, di mana harga di beberapa titik, seperti Pasar Narmada, sempat menyentuh angka Rp120 ribu per kilogram.

“Kemarin di minggu ketiga, pas libur itu naik lagi sampai Rp120 ribu per kilo di Pasar Narmada,” jelas Lale.

Baca juga: Harga Cabai di Lombok Timur Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kilogram Akibat Cuaca

Meskipun harga sempat melambung tinggi, laporan terbaru menunjukkan adanya sedikit penurunan karena mulai masuknya pasokan tambahan dari luar daerah, seperti Jawa dan Lombok Timur. Saat ini, harga terpantau berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.

“Karena ada cabai Jawa yang masuk, minggu ini harga turun di kisaran Rp100 ribu sampai Rp120 ribu per kilo,” tambahnya.

Menurut Lale, fenomena kenaikan harga ini disebabkan oleh faktor cuaca yang mengganggu produksi petani, berkurangnya stok, serta tingginya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Ia menyebutkan bahwa harga normal cabai biasanya berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram, sehingga harga saat ini masih tergolong sangat tinggi.

“Kenaikan ini sifatnya sementara. Dari dulu memang begitu, menjelang hari-hari besar seperti Muludan, puasa, atau lebaran, harga cabai sering naik turun karena cuaca,”tuturnya.

Sebagai upaya menekan harga, Dinas Perdagangan telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan operasi pasar untuk memantau ketersediaan bahan pokok penting (bapok) lainnya.

Lale memastikan bahwa selain cabai, stok komoditas lain seperti beras, minyak goreng, gula, dan LPG masih dalam kondisi aman hingga hari raya Idulfitri mendatang.

“Insyaallah untuk beras, minyak goreng, gula, dan LPG, stoknya masih aman sampai lebaran,” pungkasnya.

(*)

 

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved