Berita Lombok Timur
Dinkes Lombok Timur Jamin Ketersediaan Vaksin Rabies
Tercatat 53 kasus gigitan hewan di Lombok Timur selama 2026, namun belum ada kasus rabies.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Tercatat 53 kasus gigitan hewan di Lombok Timur selama 2026, namun belum ada kasus rabies.
- Dinkes memastikan stok vaksin rabies aman dan telah tersedia di seluruh puskesmas.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Selama tahun 2026, sudah tercatat 53 kejadian gigitan binatang buas di wilayah Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pemerintah Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Timur menegaskan bahwa persediaan vaksin rabies masih terjamin.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lombok Timur, Syahid Romdlan, menjelaskan bahwa pada 2025 lalu ada 159 laporan gigitan hewan. Sementara itu untuk tahun 2026, terhitung 52 kasus hingga April ini.
"Pada 2025 ada 159 kejadian gigitan, perlu dibedakan antara gigitan biasa dengan kasus rabies. Untuk 2026, dari Januari hingga Maret sudah tercatat 52 gigitan.
Kemarin ada penambahan satu kasus, tetapi data bulan April belum kami kumpulkan karena biasanya baru kami rekap pada akhir bulan. Jadi total sementara 53 kasus," kata Syahid saat dihubungi pada Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Dua Bocah dan Seorang Polisi di Dompu Digigit Anjing yang Diduga Rabies
Syahid memastikan bahwa sejauh ini belum ditemukan tanda-tanda rabies dari kasus-kasus tersebut. Meski begitu, jika terjadi gigitan hewan liar, vaksin tetap diberikan kepada korban sesuai prosedur.
"Untuk kasus rabies sendiri masih nol. Namun, kalau ada gigitan hewan, kami tetap memberikan vaksin rabies sesuai aturan, terutama jika pelaku gigitan adalah hewan yang berisiko menularkan rabies, seperti anjing, monyet, dan kucing," ujarnya.
Mengenai peristiwa gigitan anjing liar yang mengakibatkan seorang anak meninggal pada Senin (13/4/2026) lalu di Desa Semaya, Kecamatan Sikur tersebut, pihaknya belum bisa memastikan apakah itu disebabkan rabies. Sebab, anjing yang menggigit korban hingga kini tidak ditemukan.
"Itu masih belum bisa kami pastikan karena anjingnya hilang," ucap Syahid.
Terpisah Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kefarmasian Dinkes Lombok Timur, Normala Candra, memastikan bahwa stok vaksin rabies di daerah tersebut aman. Ia juga menambahkan bahwa setiap Puskesmas sudah memiliki persediaan vaksin.
"Stoknya cukup dan memadai. Kami sudah mendistribusikan ke puskesmas-puskesmas sebagai cadangan," tutup Normala.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/RABIES-KSB-43.jpg)