PD Agro Selaparang Lombok Timur Catat Pertumbuhan Laba 34,58 Persen
PD Agro Selaparang mencatat laba bersih Rp214,4 juta pada 2025 atau tumbuh 34,58 persen dibanding tahun sebelumnya.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- PD Agro Selaparang mencatat laba bersih Rp214,4 juta pada 2025 atau tumbuh 34,58 persen dibanding tahun sebelumnya.
- Pemkab Lombok Timur mendorong penguatan pengelolaan piutang dan pengembangan usaha melalui tambahan modal serta pembangunan greenhouse modern.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Perusahaan Daerah (PD) Agro Selaparang mencatatkan kinerja keuangan gemilang sepanjang tahun buku 2025 dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 34,58 persen.
Capaian ini terungkap dalam Rapat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang digelar pada Rabu (20/5/2026).
Rapat yang berlangsung di kantor PD Agro Selaparang tersebut dihadiri langsung Bupati Lombok Timur, Haerul Warisan, selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), bersama jajaran Dewan Pengawas serta direksi dan manajemen perusahaan.
Direktur Utama PD Agro Selaparang, Sabar, memaparkan bahwa berdasarkan hasil audit finansial, perusahaan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp214.485.855. Angka ini melonjak signifikan 34,58 persen dibandingkan capaian tahun 2024.
"Berkat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Dewan Pengawas, serta kerja keras seluruh manajemen dan karyawan, PD Agro Selaparang mampu menjalankan operasional usaha secara optimal di tengah berbagai dinamika," kata Sabar saat ditemui usai rapat LPJ.
Sabar merinci bahwa pendapatan kotor terealisasi mencapai Rp2.093.361.697 dengan beban operasional Rp2.639.936.232. Adapun total aset perusahaan per 31 Desember 2025 meroket menjadi Rp14.260.345.024, meningkat 25 persen atau bertambah Rp2.440.681.140 dibanding tahun sebelumnya.
"Atas keuntungan tersebut, kami menyetorkan dividen kepada Pemerintah Daerah Lombok Timur sebesar Rp117.967.220," terang Sabar.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisan, yang akrab disapa Iron, memberikan apresiasi atas perubahan positif dan kemajuan pola pikir jajaran direksi yang kini mengelola aset secara mandiri.
Baca juga: Tetap Solid di Tengah Tantangan, Laba Bersih Adira Finance Tumbuh 26 Persen di Kuartal I 2026
Iron menyampaikan catatan kritis yang tegas terkait pengelolaan utang piutang. Ia menyarankan untuk membentuk tim khusus penagih hutang, tetapi untuk menagih masyarakat dengan cara yang wajar ditagih. Namun, jika utang itu ada pada masyarakat yang sangat miskin (Desil 1) ia meminta untuk dihapus.
"Konsentrasi utama adalah piutang yang belum tertagih. Tapi Jangan menagih orang miskin, kita harus kasihan. Namun ingat, transparansi harus dipraktikkan, jangan ada yang masuk saku kiri-kanan," tegas Iron.
Selain itu, Iron juga menyoroti pentingnya sinergi antara PD Energi Selaparang dan PD Agro Selaparang.
Ia mengupayakan bagaikan dua sisi mata uang yang harus terintegrasi. Energi Selaparang fokus memproduksi, sedangkan Agro Selaparang menyerap dan memasarkannya, sehingga menutup celah manipulasi data.
"Dua ini harus bersinergi agar tidak ada celah manipulasi data," terang Iron.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/LABA-BERSIH-PERUSAHAAN-LOTIM.jpg)