Berita Lombok Timur
Tagihan PJU Lombok Timur Tembus Rp1,6 M per Bulan
Tagihan PJU Lombok Timur tembus Rp1,6 miliar per bulan dengan sistem kontrak daya.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Tagihan PJU Lombok Timur tembus Rp1,6 miliar per bulan dengan sistem kontrak daya.
- Pemkab lakukan meterisasi dan perbaikan ribuan titik lampu untuk efisiensi anggaran.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tengah dibuat pusing dengan tagihan Penerangan Jalan Umum (PJU) membengkak hingga lebih dari Rp1,6 miliar per bulan.
Kepala Dinas Perhubungan Safwan mengakui tagihan dari PT PLN memang fantastis, tapi ada alasan teknis di baliknya.
"Tagihan itu setiap bulan kami terima. Misalkan pengajuan dari PT PLN itu sebesar mendekati Rp1,6 miliar," katanya saat ditemui pada Rabu (15/4/2026).
Safwan menjelaskan bahwa pembayaran PJU di Lombok Timur selama ini tidak berdasarkan pemakaian listrik riil melalui meteran. Melainkan menggunakan sistem kontrak daya.
Ia mempertanyakan, berapa daya yang disepakati di awal kontrak, itulah yang dibayarkan setiap bulan. Meskipun lampu di lapangan padam atau tidak menyala optimal.
"Dari total sekitar 18.000 titik lampu hingga 2025, yang sudah menggunakan meterisasi baru sekitar 423 titik, sisanya, lebih dari 17.000 titik, masih pakai sistem kontrak daya," terangnya.
Ia menyebut, banyak PJU yang tidak aktif atau mati, tapi tetap masuk dalam komponen tagihan. Safwan berjanji akan memastikan setiap lampu yang dibayar harus menyala.
"Kami di Dinas Perhubungan selaku pekerja bertanggung jawab terhadap PJU. Kami melakukan upaya bagaimana yang tidak nyala kita upayakan bisa nyala sehingga masyarakat bisa lebih nyaman dan aman dalam perjalanan," tegasnya.
Baca juga: Pertamina Pastikan Distribusi BBM Tetap Lancar Meski Ada Eksekusi Lahan SPBU di Lombok Utara
Mulai bulan ini, tim pemeliharaan dikerahkan turun ke lapangan. Pihaknya akan memeriksa satu per satu titik lampu, mengganti bohlam putus, dan memperbaiki instalasi yang usang akibat cuaca ekstrem.
"Insyaallah bulan kita mulai pelihara PJU itu," janjinya.
Untuk wilayah yang belum tersentuh jaringan PLN, sepanjang tahun 2025, sebanyak 196 titik PJU tenaga surya telah dipasang di daerah perbatasan dan jalur strategis seperti kawasan Sembalun.
Dengan percepatan meterisasi dan pemeliharaan rutin, Pemkab Lombok Timur berharap efisiensi anggaran PJU segera terwujud. Tanpa mengorbankan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang membutuhkan penerangan jalan yang memadai.
"Kami harapkan bisa menghemat anggaran sekaligus menerangi wilayah-wilayah terpencil," imbuh Safwan.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/TAGIHAN-PJU-DI-LOTOM-2026.jpg)