Kunjungan Mentan ke Lombok
Haerul Warisin Optimis Sembalun Jadi Jantung Lumbung Bawang Putih Nasional
Pemerintah siapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk lindungi petani, dorong hilirisasi lokal, dan kurangi ketergantungan impor.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Sembalun, Lombok Timur, diproyeksikan menjadi lumbung bibit nasional bawang putih dengan target swasembada 2029-2030.
- Pemerintah siapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk lindungi petani, dorong hilirisasi lokal, dan kurangi ketergantungan impor.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menyambut positif upaya pemerintah pusat dalam pengembangan pertanian bawang putih di kawasan Sembalun, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurutnya, pengembangan ini tidak hanya untuk konsumsi lokal, tetapi difokuskan sebagai lumbung bibit nasional.
"Harapan saya ke depan, Sembalun tetap diandalkan sebagai lokasi pembenihan nasional. Dengan biaya usaha maksimal Rp80 juta, jika hasil 20 ton dikalikan harga dasar, petani bisa mengantongi Rp160 juta. Ini keuntungan dua kali lipat," ujar Iron sapaan karibnya di tengah mendapingi kunjungan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman di Sembalun, Senin (9/2/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan hilirisasi sektor lain seperti porang menunjukkan potensi stabilisasi harga melalui pabrik pengolahan lokal.
Pemerintah daerah, dibantu arahan pusat, juga mendorong peran Koperasi Merdeka dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai penyerap hasil bumi petani di tingkat desa.
Hal ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi masalah pemasaran yang selama ini menghantui petani tomat, sayur, dan palawija di daerahnya.
Dengan dukungan APBN dan sinergi antara Kementerian Pertanian serta Pemerintah Daerah, Sembalun diproyeksikan menjadi jantung kebangkitan bawang putih nasional sekaligus simbol kedaulatan pangan Indonesia.
"Lokasi pembenihan bawang putih kita fokuskan di Sembalun, dengan target swasembada bawang putih 2029-2030. Adapun luas hamparan lahan bibit 700 hektar," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, melakukan tanam raya perdana bawang putih di Sembalun, Lombok Timur. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat ketahanan pangan dan mengejar target swasembada bawang putih nasional dalam 4 hingga 5 tahun ke depan.
"Sembalun memiliki potensi luar biasa sebagai pusat bibit nasional karena kualitas produknya yang jauh mengungguli bawang impor," kata Mentan.
Baca juga: Mentan Amran Sulaiman Targetkan Swasembada Bawang Putih 2029-2030 dari Sembalun
Menanggapi keluhan klasik petani yang sering menghadapi jatuhnya harga akibat melimpahnya produksi, Mentan menegaskan pemerintah telah menyiapkan skema perlindungan melalui Harga Pembelian Pemerintah (HPP). "Ke depan kita ada harga pembelian pemerintah, tidak boleh petani rugi. Petani itu sederhana, jangan buat rugi, mereka pasti akan berproduksi," tegas Andi Amran Sulaiman.
Mentan menambahkan optimisme pemerintah untuk menghentikan ketergantungan impor bawang putih dalam waktu dekat.
"Kita hentikan impor mungkin 3 sampai 4 tahun ke depan, paling lambat 5 tahun. Indonesia pasti bisa. Tanaman padi 7,4 juta hektar saja kita selesaikan, apalagi ini," ujar dia.
Kondisi geografis Sembalun, yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, dinilai menjadi kunci kualitas bawang putih lokal. "Kualitasnya sangat bagus kalau dibandingkan dengan bawang impor. Karena ini berada pada ketinggian 1.200 mdpl, kami pusatkan bumi bibit kita di sini," jelas Amran.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/HAWRU-WARISIN-DAMPINGI-MENTERI-PERTANIAN.jpg)