Minggu, 24 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Kumpulan Doa Memohon Kemudahan Saat Menghadapi Perkara Berat

Musibah merupakan bagian tak terpisahkan dari hidup yang berfungsi untuk mendewasakan manusia, menghapus dosa, serta meningkatkan derajat.

Tayang:
Editor: Laelatunniam
pexels.com
DOA - Ilustrasi berdoa. Dalam menghadapi kesulitan, umat Muslim dianjurkan menjadikan doa sebagai sandaran utama untuk meraih ketenangan serta mengamalkan kesabaran sebagaimana dijanjikan berita gembira dalam Al-Qur'an. 

Menangis atau sedih itu manusiawi, tetapi meratapi nasib secara berlebihan tidak akan mengubah keadaan.

Sebaliknya, hal itu justru bisa menambah beban.

Lebih baik kita belajar menerima dan bersabar agar mendapat pahala dan ketenangan hati.

“Sesungguhnya besarnya pahala itu sesuai dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridha (terhadap ujian itu), maka baginya keridhaan (dari Allah). Dan barangsiapa yang murka (terhadap ujian itu), maka baginya kemurkaan (dari Allah).” (HR. At-Tirmidzi).

Hikmah dari Musibah

Hikmah di balik musibah dalam Islam sangat luas dan menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia.

Musibah bukan hanya bentuk ujian, tetapi juga sarana pembelajaran yang mendalam agar manusia menjadi pribadi yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih dekat kepada Allah.

Berikut ini hikmah musibah yang dijelaskan dalam laman Kementerian Agama Kota Pariaman.

1. Musibah dapat membuat seseorang lebih mengingat Allah
Dalam kondisi sulit, manusia cenderung lebih banyak berdoa, memohon pertolongan, dan menyadari bahwa hanya Allah tempat bergantung.

Dari sini, keimanan dapat meningkat karena hati menjadi lebih tunduk dan sadar akan kekuasaan-Nya.

2. Musibah menjadi sarana penghapus dosa
Dalam ajaran Islam, setiap kesulitan yang dialami dengan kesabaran akan menggugurkan dosa-dosa yang pernah dilakukan.

Hal ini menjadikan musibah sebagai bentuk kasih sayang Allah agar hamba-Nya kembali dalam keadaan lebih bersih secara spiritual.

3. Musibah melatih kesabaran dan ketabahan
Tidak semua orang mampu tetap kuat saat diuji, namun melalui musibah, seseorang belajar mengendalikan emosi, bersikap tenang, dan tetap berprasangka baik kepada Allah.

Kesabaran inilah yang akan membentuk mental yang tangguh.

4. Musibah membantu seseorang mengenal diri sendiri
Saat menghadapi kesulitan, kita bisa melihat sejauh mana kekuatan, kelemahan, serta kemampuan diri dalam menghadapi masalah.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved