Kuliner Ramadan
Mengenal Beda Pecel Lombok vs Jawa: Lebih Gurih dan Dominan Kacang
Pecel Kangkung Lombok menjadi alternatif menu berbuka puasa saat Ramadan 2026, dengan cita rasa gurih kacang yang lebih ringan.
Ringkasan Berita:
- Pecel Kangkung Lombok menjadi alternatif menu berbuka puasa saat Ramadan 2026, dengan cita rasa gurih kacang yang lebih ringan dibanding pelecing kangkung.
- Hidangan ini menggunakan kangkung air khas Lombok yang bertekstur lembut, dipadukan dengan tahu, taoge, dan kacang panjang.
TRIBUNLOMBOK.COM - Jika Pelecing Kangkung dikenal dengan sengatan pedasnya yang segar, maka Pecel Kangkung Lombok hadir sebagai pilihan berbuka puasa yang lebih ramah di lidah namun tetap menggugah selera.
Di tengah suasana Ramadan 2026, menu satu ini menjadi favorit warga NTB karena teksturnya yang lembut dan rasa kacangnya yang dominan cocok sebagai pengisi perut setelah seharian menahan lapar.
Meski sama-sama menyandang nama pecel, versi Lombok memiliki identitas yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan Pecel Madiun atau Blitar yang populer di Pulau Jawa.
Kunci utama yang membuatnya istimewa adalah bahan bakunya. Pecel Lombok setia menggunakan kangkung air yang dibudidayakan langsung di sungai-sungai jernih di Pulau Lombok. Berbeda dengan kangkung darat, kangkung air ini memiliki rongga batang dan daun yang lebih besar.
Uniknya, meski ukurannya besar, tekstur kangkung ini justru sangat lembut dan tidak alot (kenyal) setelah direbus. Inilah yang memberikan sensasi lembut di mulut saat disandingkan dengan potongan tahu, taoge, dan kacang panjang segar.
Perbedaan mencolok lainnya terletak pada racikan bumbunya. Jika Pecel Madiun atau Blitar menggunakan aroma kencur yang kuat, Pecel Kangkung Lombok justru lebih sederhana namun creamy.
Baca juga: Mulai Rp5 Ribu, Pelecing Kangkung Tetap Jadi Menu Favorit Warga Lombok di Ramadan 1447 H
Bumbunya hanya mengandalkan perpaduan kacang tanah goreng, cabai, bawang putih, gula merah, dan tomat.
Hasilnya? Rasa gurih dari kacang tanah menjadi sangat dominan, memberikan karakter rasa yang mirip dengan bumbu gado-gado namun dengan tekstur yang lebih ringan.
Hal ini menjadikannya menu favorit bagi mereka yang ingin berbuka dengan hidangan yang tidak terlalu tajam aromanya.
Berbuka Untuk urusan penyajian, masyarakat Lombok memiliki gaya tersendiri. Jika di Jawa Timur pecel identik dengan rempeyek renyah, di meja-meja buka puasa warga Lombok, pecel kangkung biasanya dinikmati bersama potongan lontong dan kerupuk putih yang melimpah.
Kombinasi antara lembutnya kangkung air, gurihnya bumbu kacang, dan kenyalnya lontong menjadikan Pecel Kangkung Lombok sebagai paket lengkap nutrisi untuk memulihkan energi di bulan suci.
Bagi Anda yang sedang berada di Mataram selama Ramadan 1447 H ini, jangan lewatkan kesempatan mencicipi kesederhanaan rasa yang melegenda ini di pasar-pasar takjil terdekat.
| Manis Pedas Meresap, Sate Rembiga Jadi Incaran Warga Mataram untuk Berbuka Puasa |
|
|---|
| Mulai Rp5 Ribu, Pelecing Kangkung Tetap Jadi Menu Favorit Warga Lombok di Ramadan 1447 H |
|
|---|
| Es Pisang Ijo, Penghilang Dahaga dan Lapar, Cocok Jadi Menu Berbuka Puasa |
|
|---|
| Serabi Pandan Penaraga, Menu Khas Buka Puasa saat Ramadan di Kota Bima |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/pecel-kangkung-lombok.jpg)