NTB

Serabi Pandan Penaraga, Menu Khas Buka Puasa saat Ramadan di Kota Bima 

TRIBUNLOMBOK.COM/ATINA
Serabi Pandan Penaraga, menggunakan Pandan asli menjadi keunggulan serabi yang ikonik di Kota Bima ini, sehingga menjadi panganan khas untuk berbuka puasa. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Saat Ramadan, menu-menu khas daerah akan bermunculan.

Termasuk di Kota Bima, terdapat menu yang sangat khas dan hanya ramai dijual ketika Ramadan.

Serabi Pandan Penaraga, menjadi makanan yang ikonik untuk berbuka puasa di Kota Bima.

Dinamakan Serabi Penaraga, karena produksi serabi ini ada di Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Baca juga: Melayu Kuliner Night Ampenan Ramaikan Ramadhan 1444 H: Pusat Kuliner Hingga Pentas Seni Lintas Etnis

Meski serabi ada di daerah lain, namun Serabi Pandan Penaraga memiliki rasa dan wangi yang khas.

Terutama, wangi dan warna hijau cantik yang berasal dari pandan asli, bukan pewarna buatan.

Bahan pokok untuk membuat Serabi Pandan Penaraga, hanya beras yang kemudian digiling dan dicampur dengan air perasan pandan.

Semua proses tersebut, masih manual dilakukan para penjual Serabi Pandan Penaraga tanpa ada bantuan mesin.

Baca juga: Melayu Kuliner Night Ampenan Ramaikan Ramadhan 1444 H: Pusat Kuliner Hingga Pentas Seni Lintas Etnis

Bahkan wadah untuk memanggang, serabi ini masih menggunakan tungku kayu dan wajan yang terbuat dari tanah liat.

Tidak heran, wangi pandan menyeruak dan ada rasa legit karena dipanggang menggunakan tungku tradisional.

Rifli Eka Sulastri, sudah puluhan tahun membuat dan menjual Serabi Pandan Penaraga.

"Sejak usia sembilan tahun saya sudah bikin serabi, bersama ibu," ujarnya, saat ditemui TribunLombok.com, Minggu (26/3/2033).

Saat Ramadan, Rifli bisa membuat 10 sampai 15 kilo adonan serabi untuk dijual.

Itu pun katanya, banyak pelanggan yang tidak kebagian karena terbatasnya kemampuan untuk produksi.

"Semuanya masih manual. Kita tumbuk Pandan saja, masih gunakan lesung batu baru kemudian diperas airnya," jelasnya.

Rifli mengaku, saat Ramadan seperti ini hampir semua rumah di Lingkungan Penaraga menjual serabi.

Ia memastikan, rasa serabi dari Penaraga berbeda dengan serabi dari lingkungan atau kelurahan lain.

"Bisa diadu kok, pasti beda rasanya, makanya terkenal serabi Penaraga itu," tandasnya.

Untuk satu pasang serabi, Rifli menghargainya murah sekali yakni hanya Rp2000 saja.

Serabi ini bisa dikreasikan penyajiannya, seperti dicampur santan dan gula putih, kemudian ditambah es batu jika ingin lebih segar.

Atau bisa juga, serabi dicampur dengan es kelapa muda, es campur atau bisa juga dibuat topping pada bagian atas serabi sesuai selera.

"Kalau anak-anak biasanya suka pake topping aja di bagian atas serabi, seperti gula atau meses," tambah Rifli.

Serabi Pandan Penaraga ini bisa diperoleh dengan mudah di Kota Bima.

Selain dijajakan di pasar-pasar tradisional, juga dijajakan di sepanjang jalan di Lingkungan Penaraga Kota Bima.

Dijamin, rasa orisinil dari Serabi Pandan Penaraga akan diperoleh jika langsung ke tempatnya.

 

Bergabung dengan Grup Telegram TribunLombok.com untuk update informasi terkini: https://t.me/tribunlombok.