Opini
NU dan Peradaban Fikih Laboratorium
Inilah jalan agar agama selalu hadir sebagai jawaban, bukan sekadar hafalan.
Masa depan menuntut lahirnya generasi kiai yang tidak buta terhadap metodologi ilmiah. Saya membayangkan sebuah peradaban di mana biologi, fisika, dan kimia tidak lagi dianggap sebagai ilmu luar, melainkan sebagai instrumen untuk membedah dan mengontekstualkan teks agama.
Biarkan langit, awan, dan ombak ikut berbicara membantu kita membaca kehendak Tuhan. Dengan membangun Peradaban Fikih Laboratorium, NU tidak hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga sedang merancang masa depan Islam yang rasional, empiris, dan penuh kemaslahatan bagi semesta alam, rahmatan lil ‘alamin.
Inilah jalan agar agama selalu hadir sebagai jawaban, bukan sekadar hafalan.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/OPINI-NU-DAN-FIQIH.jpg)