Sabtu, 11 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita Mataram

Dorong Ekonomi Lokal, Disperinkop UKM Mataram Siapkan Program Kampung Batik dan Spot Kuliner

Kepala Disperinkop UKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan, menyiapkan program unggulan 2026, termasuk pembentukan Kampung Batik.

Editor: Laelatunniam
Istimewa
PERTUMBUHAN EKONOMI - Kepala Disperinkop UKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan. Kepala Disperinkop UKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan, menyiapkan program unggulan 2026, termasuk pembentukan Kampung Batik di enam kecamatan dengan ikon khas Sangkareang. 
Ringkasan Berita:
  • Kepala Disperinkop UKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan, menyiapkan program unggulan 2026, termasuk pembentukan Kampung Batik di enam kecamatan dengan ikon khas Sangkareang.
  • Pemkot akan membangun Balai Batik, melakukan pelatihan serta studi ke Yogyakarta, dan menargetkan harga Batik Mataram lebih kompetitif turun dari Rp350 ribu menjadi sekitar Rp200 ribu.

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disperinkop UKM) Kota Mataram tengah menyiapkan sejumlah program unggulan untuk tahun 2026, guna memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kepala Disperinkop UKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan, mengungkapkan pihaknya telah merancang inovasi besar untuk tahun mendatang.

Jemmy Nelwan yang menjabat sejak Oktober 2025 ini menegaskan, salah satu program utama adalah pembentukan Kampung Batik di enam kecamatan di Kota Mataram.

Program ini bertujuan menonjolkan kearifan lokal melalui produk Batik Mataram dengan ikon khas Sangkareang.

"Saya ingin ada ciri khas dari Batik Kota Mataram dengan modifikasi yang secara garis besarnya menonjolkan Sangkareang," ujar Jemmy, Kamis (26/2/2026).

Untuk mewujudkan hal tersebut, dinas telah memulai pemetaan di enam kelurahan yang masyarakatnya memiliki minat besar pada kerajinan batik.

Selain pendampingan dan pelatihan yang melibatkan Ibu-ibu PKK, Pemerintah Kota Mataram juga berencana membangun Balai Batik sebagai pusat pengetahuan dan produksi.

Salah satu target strategis program ini adalah menekan biaya produksi agar harga Batik Mataram lebih kompetitif, yakni di kisaran Rp200.000, dari harga saat ini yang mencapai Rp350.000.

Untuk mendalami efisiensi produksi, pihak dinas telah mengirim staf dan pengrajin untuk belajar langsung ke Yogyakarta.

Selain sektor kerajinan, Disperinkop UKM juga akan meluncurkan program Spot Kuliner UKM. Berbeda dengan zona kuliner biasa, titik-titik ini akan tersebar di lokasi strategis tingkat kecamatan atau kelurahan, tergantung pada potensi lokal yang ada.

Pemerintah berkomitmen memfasilitasi para pelaku usaha di spot kuliner tersebut dengan bantuan sarana prasarana yang seragam, mulai dari gerbang masuk, tenda, hingga kursi pengunjung.

Dalam pelaksanaannya, dinas akan berkoordinasi langsung dengan camat, lurah, serta tokoh masyarakat setempat.

Program-program unggulan ini ditargetkan mulai terealisasi atau diluncurkan pada akhir tahun 2026 atau awal tahun 2027. Melalui langkah masif ini, diharapkan sektor UKM dan industri kreatif di Kota Mataram dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved