Gunung Rinjani
Daftar Grade Tingkat Kesulitan 6 Jalur Pendakian Gunung Rinjani
Gunung Rinjani yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk dalam kategori Grade IV atau berat
TRIBUNLOMBOK.COM - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah menetapkan grade atau peringkat kesulitan jalur pendakian gunung.
Gunung Rinjani yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk dalam kategori Grade IV atau berat.
Dalam Grading Jalur Pendakian Gunung yang diterbitkan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kemenhut yang terbit Rabu 13 Agustus 2025 disebutkan bahwa grading pendakian merupakan metode penilaian menggunakan pendekatan yang berbasis data dan analisis risiko dengan menggunakan kerangka HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) yang terdiri dari lima tahap utama yaitu Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Risk Assessment Matrix, Tabel HIRARC, dan Pengendalian Risiko.
Grading dilakukan dengan 6 dimensi penilaian antara lain morfologi jalur, geografi dan akesibilitas, kondisi iklim dan cuaca, aspek navigasi dan orientasi, potensi risiko dan respons darurat, serta aspek biologi.
Baca juga: Gunung Rinjani Masuk Grade IV atau Sulit: Bukan untuk Pendaki Pemula, Wajib Punya Asuransi Premium
Apa Itu Grade IV?
"Gunung Rinjani berada pada Grade IV (sulit)," kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, Rabu (13/8/2025) dalam konferensi pers seperti dikutip dari laman resmi Kemenhut.
Gunung Rinjani merupakan gunung api aktif tertinggi kedua di Indonesia yang berada di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Gunung yang sakral bagi masyarakat suku Sasak yang mendiami Pulau Lombok ini memiliki kaldera di mana terdapat Gunung Baru Jari dan Danau Segara Anak.
Grade IV menunjukkan morfologi dengan lereng kemiringan lebih dari 35 derajat, medan berbatu/tebing, jalur lebih dari 12 kilometer, serta ketinggian lebih dari 3.000 meter.
Secara geografi, aksesnya terpencil, bahaya alam signifikan, dan navigasi sulit dengan ragam cuaca hujan cukup sering, suhu antara -10 hingga 15 derajat Celcius.
Secara umum dideskripsikan memiliki jalur cukup bervariasi, ada sebagian yang tertutup, curam, atau tidak terkelola.
Perjalan ditempuh lebih dari satu hari dengan fisik, logistik, dan peralatan yang harus direncanakan baik.
Penggunaan alat bantu pergerakan sangat dibutuhkan, terkadang sebagian titik mulai dibutuhkan pengaman dasar (tali, webbing, ascender & descender dll).
Diperlukan kemampuan navigasi lanjutan, survival dan rescue dasar dipahami.
Risiko dan mitigasi darurat dan evakuasi harus disiapkan matang. Hanya cocok
untuk pendaki terlatih dan pengalaman beberapa kali di beberapa jalur Grade II - III.
Tidak Sembarangan Bisa Mendaki
Berkat penetapan grade ini maka tidak semua orang bisa mendaki Gunung Rinjani.
| Perselisihan Paket Pendakian Gunung Rinjani, WNA dan TO Sepakat Berdamai |
|
|---|
| Tiket Pendakian Rinjani Ludes Terpesan, Jalur Sembalun Jadi Idaman |
|
|---|
| Aktivitas Pendaki Gunung Rinjani Dipantau Secara Digital |
|
|---|
| Jelang Penutupan Gunung Rinjani, 50 Pendaki Ikuti ‘Rinjani Meriri’ |
|
|---|
| Mudahkan Pencarian Pendaki, BTNGR Miliki Drone Thermal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/perbaikan_jalur_rinjani_02-0-19988jpg.jpg)