Jumat, 17 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Gunung Rinjani

Aktivitas Pendaki Gunung Rinjani Dipantau Secara Digital

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan kembali membuka pendakian mulai April 2026.

Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/Rozi Anwar
PENDAKIAN RINJANI - Penampakan bibir kawah Gunung Rinjani dilihat dari Kecamatan Suela, Lombok Timur. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan kembali membuka pendakian mulai April 2026 dengan sejumlah aturan baru. 
Ringkasan Berita:
  • Pemesanan tiket melalui aplikasi e-Rinjani yang kini hadir di Android dan iOS resmi dibuka Jumat 6 Maret 2026.
  • Tiket terintegrasi sistem Zero Waste dengan pencatatan digital.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Aktivitas pendakian di Gunung Rinjani bakal dipantau menggunakan sistem digital dan pesawat nirawak atau drone.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan kembali membuka pendakian mulai April 2026. 

Pemesanan tiket melalui aplikasi e-Rinjani yang kini hadir di Android dan iOS resmi dibuka Jumat 6 Maret 2026.

Aplikasi ini nanti akan berfungsi laiknya KTP digital para pendaki yang akan memantau jejak dari kaki gunung hingga puncak.

"Sistem monitoring digital kami sempurnakan. Pelanggaran sekecil apapun akan tercatat," ungkap Kepala Balai TNGR Mataram, Budhy Kurniawan pada Jumat (6/3/2026).

Baca juga: Gunung Rinjani Dikunjungi 80 Ribu Wisatawan di Tahun 2025, Pemasukan PNBP Rp25,9 Miliar

Pencatatan Digital Sampah Pendaki

Terobosan terbaru adalah integrasi sistem Zero Waste dengan pencatatan digital. 

Data sampah yang dibawa turun oleh setiap rombongan akan terekam. 

Jika ada rombongan yang tidak membawa turun sampahnya, sistem akan memberikan sanksi tegas.

"Aturan ini berlaku untuk semua. Pendaki, porter, bahkan guide profesional. Semua harus terekam aktivitasnya," tambahnya.

Pengerahan Drone Jika Terjadi Insiden

Balai TNGR mengerahkan drone pemantau yang dapat bergerak cepat jika terjadi insiden. 

"Kami tidak hanya mengandalkan laporan manual. Begini cara baru kami, teknologi untuk keselamatan," kata Budhy.

Setelah menggelar ritual Rinjani Begawe pada 28 Februari 2026 sebagai simbol harmoni, Balai TNGR mengingatkan bahwa Rinjani bukan sekadar objek wisata, melainkan kawasan sakral.

"Kami buka pendakian, tapi jangan bawa perilaku liar ke atas. Cintai Rinjani dengan peduli, atau jangan datang sama sekali," tutup Budhy.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved