WN Brasil Jatuh di Rinjani
Gubernur NTB Buka Pelatihan Vertical Rescue Evacuation, Benahi Tata Kelola Gunung Rinjani
Peserta pelatihan Vertical Rescue Evacuation nantinya akan mendapatkan sertifikat internasional
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Sebanyak 22 pelaku wisata pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengikuti pelatihan Vertical Rescue Evacuation.
Para peserta terdiri dari tim pencarian dan pertolongan (SAR) Mataram, SAR Lombok Timur, Brimob Kompi 3 Yon NTB, Balai TNGR, Rinjani Squad dan Lombok Rope Access Community (Loprac).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, kegiatan ini sebagai langkah nyata untuk menata kembali wisata pendakian di Gunung Rinjani.
Instruktur pelatihan merupakan tenaga profesional dari Skygers Indonesia, sehingga para peserta nantinya akan mendapatkan sertifikat internasional.
"Hari ini kami sudah sertifikasi internasional, menunjukkan keseriusan kita membenahi tata kelola Gunung Rinjani," kata Iqbal, Kamis (17/7/2025).
Baca juga: Update WNA Belanda Jatuh di Rinjani: Skenario Evakuasi Pakai Helikopter dan Jalur Darat
Mantan Dubes Indonesia untuk Turki itu juga menjelaskan, selanjutnya juga akan dipasang rambu-rambu untuk mengingatkan para pendaki terkait lokasi rawan.
"Kita akan memasang signage (rambu-rambu) yang selama ini tidak ada, kita akan pasang sampai menuju puncak," kata Iqbal.
Ia berjanji akan menambah peralatan evakuasi berstandar internasional yang akan ditempatkan di shelter puncak.
Tujuannya agar bisa memberikan respons cepat apabila terjadi insiden kecelakaan di jalur pendakian.
Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menjelaskan, pihaknya bersama stakeholder terkait akan menyusun ulang standar operasional prosedur (SOP) pendakian untuk membenahi tata kelola Gunung Rinjani.
"Sebelum mendaki ada briefing dulu, apakah dia sudah profesional atau pemula sehingga perlakuannya tentu berbeda," ucapnya.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Yarman mengatakan, dalam waktu dekat sarana pendakian akan ditambah termasuk membangun shelter di tempat pendaki asal Brasil Juliana Marins terjatuh.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah hadir di Rinjani," kata Yarman.
Sebagai informasi dalam kurun waktu dua bulan terakhir sejak Juni-Juli 2025 tercatat empat insiden kecelakaan di Gunung Rinjani.
Insiden Juliana menjadi sorotan dunia karena upaya evakuasi dinilai lambat.
Per Kamis (17/7/2025), terdapat dua lagi insiden yakni yang menimpa WNA Swiss dan WNA Belanda yang jatuh di jalur pendakian menuju Danau Segara Anak dari Pelawangan Sembalun.
(*)
Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR)
Vertical Rescue Evacuation
Gunung Rinjani
Nusa Tenggara Barat (NTB)
| Agam Rinjani Cs Dapat Penghargaan dari Gubernur NTB Lalu Iqbal Setelah Evakuasi Juliana Marins |
|
|---|
| Pihak Keluarga Bersikeras Juliana Marins Masih Bisa Hidup Jika Penyelamatan Lebih Cepat |
|
|---|
| Asosiasi TO Minta Status Pemandu Juliana Diperjelas, Kondisi Drop Usai Kabar 'Blacklist' |
|
|---|
| Terungkap! Autopsi Ulang Pastikan Juliana Marins Tewas Akibat Jatuh dari Ketinggian di Rinjani |
|
|---|
| Hasil Autopsi Jasad Juliana Marins Menurut Pihak Brasil: Meninggal 15 menit Setelah Benturan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/pelatihan_rescue_sembalun_iqbal_0259198jpg.jpg)