Banjir Kota Mataram dan Lombok Barat
Pasca Banjir Mataram, Warga dan Petugas Kepolisian Gotong Royong Bersihkan Pemukiman Terdampak
Dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan aparat dan warga, lingkungan yang sebelumnya tergenang dan penuh lumpur mulai kembali bersih.
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Warga dan personel kepolisian di Lingkungan Karang Monjok, Kelurahan Mataram, Kecamatan Mataram, melakukan gotong royong membersihkan material sampah usai banjir melanda pada Minggu, 6 Juli 2025
Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung dihadiri oleh Camat Mataram, staf kecamatan, Lurah, Kepala Lingkungan, serta warga setempat yang bahu membahu membersihkan sisa material banjir berupa lumpur dan sampah.
“Hari ini, personel Polsek Mataram masih kami konsentrasikan untuk membantu masyarakat terdampak banjir, khususnya melalui kegiatan gotong royong ini,” ujar Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi, Kamis (10/07/2025).
Ia menambahkan, kegiatan ini adalah wujud kepedulian Polri terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan warga, sekaligus bagian dari tanggung jawab sosial untuk membantu memulihkan kondisi pasca bencana.
Dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan aparat dan warga, lingkungan yang sebelumnya tergenang dan penuh lumpur mulai kembali bersih dan tertata. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom, tetapi juga sebagai sahabat dalam situasi darurat.
“Semoga kegiatan ini meringankan beban warga dan mengembalikan semangat mereka untuk bangkit dari musibah,” tutup Mulyadi.
Baca juga: Empati Banjir, Gubernur Iqbal Lantik Pj Sekda NTB di Lapangan Panti Jompo
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis kondisi pasca bajir di Kota Mataram yang terjadi Minggu (6/7/2025).
Dalam keterangan resmi yang diterima Selasa (8/7/2025), jumlah korban yang terdampak banjir mencapai 7.992 KK atau 31.947 jiwa.
Adapun korban meninggal satu orang, dengan jumlah 15 orang luka-luka. Dari ribuan orang terdampak, 580 jiwa terpaksa mengungsi.
Sementara rincian fasilitas yang rusak, sebanyak 9 unit rumah rusak berat, 6 unit fasilitas terendam dan satu unit fasilitas kesehatan terendam.
Sejumlah kerusakan dilaporkan terjadi, di antaranya robohnya tembok keliling Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya ke arah jalan raya, pohon tumbang di depan Kantor Inspektorat Dasan Agung, dan sejumlah mobil dilaporkan terseret arus banjir.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.