Selasa, 12 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Mata Lokal Fest 2025

Lebih Diminati Investor, Menperin Percepat Transformasi Industri Hijau Indonesia

Untuk perubahan industri konvensional ke industri hijau, sebuah lembaga yang nantinya akan didirikan bernama Green Industry Service Company.

Tayang:
Editor: Sirtupillaili
Dok.Kemenperin
MATA LOKAL FEST - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menerima cinderamata dari Chief Executive Officer (CEO) Tribun Network Dahlan Dahi usai acara Mata Lokal Festival 2025 di Jakarta, Kamis 8 Mei 2025. 

TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA - Transformasi industri konvensional ke industri hijau yang ramah lingkungan dibutuhkan Indonesia untuk pembangunan berkelanjutan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian kini mendorong para pelaku usaha melakukan transformasi menuju industri hijau yang ramah lingkungan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Tribun Network Mata Lokal Festival 2025, Kamis (8/5/2025), mengatakan, saat ini ia sedang merancang aturan mengenai pembiayaan untuk transformasi industri ramah lingkungan. 

Untuk perubahan industri konvensional ke industri hijau, sebuah lembaga yang nantinya akan didirikan bernama Green Industry Service Company atau GISCO akan dibuat.

"Kami sebagai fasilitator dan pendanaan dari financial institution. Mereka akan mengelontorkan dana untuk transformasi pada industri," ujar Agus, dalam acara bertajuk “Cutting Edge For Local Sustainbility”.

Dengan rencana tersebut, Menperin optimis Permenperin yang sedang disiapkan akan segera dirilis dan dapat membantu transformasi industri di Indonesia. 

Selain itu, dengan beralihnya industri konvensional ke industri hijau dipastikan bisa membuka pasar-pasar ekspor baru ke negara yang secara ketat menerapkan aturan ketat terhadap lingkungan.

"Industri ini jadinya akan memiliki market yang terbuka, khususnya bagi market-market dari negara-negara ekspor yang memang memiliki rezim pengaturan importasi yang sangat ketat yang dikaitkan dengan lingkungan," terang Menperin.

Kementerian Perindustrian sendiri telah menyiapkan sembilan sektor industri yang menjadi target dekarbonisasi. 

Sembilan industri tersebut adalah semen, amonia, logam, pulp dan kertas, tekstil, kimia, keramik, makanan dan minuman, serta otomotif.

Investor Lebih Tertarik Industri Berkelanjutan

MATA LOKAL FEST - Siluet Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberi paparan dengan tema Net Zero Industry Strategies for Decarbonizing Indonesia's Manufacturing Sector saat acara Mata Lokal Fest 2025 di Hotel Shangri La, Jakarta, Kamis (8/5/2025).
MATA LOKAL FEST - Siluet Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberi paparan dengan tema Net Zero Industry Strategies for Decarbonizing Indonesia's Manufacturing Sector saat acara Mata Lokal Fest 2025 di Hotel Shangri La, Jakarta, Kamis (8/5/2025). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Lebih lanjut, ia menjelaskan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menetapkan target Net Zero Emission (NZE) untuk sektor industri pada tahun 2050. Lebih cepat 10 tahun dari target pemerintah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, langkah dekarbonisasi industri juga membuka peluang besar bagi investasi di sektor ini.

"Dekarbonisasi menawarkan peluang besar bagi industri, dengan membuka akses ke konsumen yang mendukung produk ramah lingkungan, serta memberikan peluang pasar baru melalui kebijakan pemerintah yang ketat terhadap emisi," ungkap Agusnya.

Agus menambahkan, sebanyak 57 persen investor saat ini lebih berminat menanamkan modal pada industri yang memiliki prinsip keberlanjutan.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved