Sabtu, 23 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Wisata NTB

Anggaran KEN Rp200 Juta per Event, Dispar NTB Minta Panitia Lebih Giat Cari Sponsor

Kebutuhan anggaran menggelar KEN di NTB berkisar antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar

Tayang:
Facebook Pesona Bimaku
Masyarakat Bima saat pawai rimpu dalam rangka Festival Rimpu Mantika yang kini masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Kementrian Pariwisata (Kemenpar) memberikan anggaran Rp200 juta per event sehingga panitia bisa mencari alternatif tambahan dana. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Dinas Pariwisata (Dispar) NTB mengatensi pelaksanaan 4 event Karisma Event Nusantara (KEN).

Di antaranya Alunan Budaya Desa Pringgasela Lombok Timur; Perang Topat Lombok Barat; Gili Festival Lombok Utara; dan Rimpu Mantika Kota Bima.

Panitia penyelenggara event diminta mulai bergerak mencari sponsor untuk tambahan anggaran.

Alasannya Kementrian Pariwisata (Kemenpar) hanya memberikan anggaran Rp200 juta per event atau kurang dari kebutuhan dana.

“KEN ini cukup besar anggaran yang dibutuhkan, berkisar antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar,” ucap Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaluddin Malady dikonfirmasi, Minggu (2/3/2025).

110 event yang masuk KEN di Indonesia mendapatkan porsi anggaran yang sama dari kementerian.

Baca juga: 6 Event Pariwisata NTB Lolos KEN, Berpotensi Berkurang Jika Dipangkas Kemenparekraf

Jamal menyebut panitia penyelenggara bisa mencari alternatif tambahan anggaran.

“kabupaten Kota juga bisa saja dapat anggaran dari KEN ini, itu yang harus dikejar sama teman EO,” katanya.

Adapun anggaran yang nanti diterima daerah akan dilakukan kurasi terlebih dahulu tim dari Kemenpar. 

Daerah yang mengkordinir banyak daerah akan diberikan anggaran lebih.

“Karena gaungnya KEN ini bukan dilaksanakan oleh satu daerah saja, tapi banyak daerah, kalau bisa di NTB 10 Kabupaten Kota itu masuk,” jelasnya.

“Supaya banyak orang datang ke tempat itu, ketika banyak wisatawan datang pasti terjadi l perputaran ekonomi dan pasti orang jadi Rojali, rombongan jadi beli yang menguntungkan,” jelasnya.

Dia berharap 4 KEN di NTB ini akan memberikan posri seimbang bagi setiap daerah untuk terlibat.

“Kalau kita sih inginya setiap daerah ada keterwakilannya lah 10 persen per 1 daerah,” tutupnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved