Berita Sumbawa Barat

Pencarian Korban Terseret Arus Jadi Alasan BPBD KSB Belum Fokus Tangani Banjir

BPBD Sumbawa Barat masih belum fokus menangani banjir bandang yang menimpa tiga desa

|
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Rozi Anwar
Kondisi rumah warga di salah satu kelurahan di Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat yang terendam banjir, Selasa (10/12/2024). 

Laporan Wartawan Tribun Lombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA BARAT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa Barat masih belum fokus menangani banjir bandang yang menimpa tiga desa di wilayah itu pada Selasa (24/12//2024) lalu.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD KSB Syaiful Arief menyebutkan, pihaknya belum fokus menangani banjir karena masih fokus mencari korban yang hilang karena bajir.

"Belum ada data yang kita miliki, karena masih fokus operasi pencarian warga tenggelam di Desa Tua Nanga," katanya, Jumat (27/12/2024).

Syaiful mengaku sudah menerjunkan tim dari BPBD untuk mengevakuasi korban banjir di Desa Lamunga yang terjadi pada Selasa malam.

"Satu regu 9 orang yang kita terjunkan tadi malam dan masih fokus evakuasi korban yg akan mengungsi," jelasnya.

Proses pencarian dihari ketiga ini, tim pencari menggunakan perahu karet dan sampan-sampan nelayan. 

Kepala Pelaksana BPBD Abdul Hamid memperkirakan, korban yan sudah meninggal dunia. Menurutnya besar kemungkinan mayatnya telah sampai ke laut. Sebab pada pencarian di aliran sungai dan pesisir pantai tidak membuahkan hasil. 

"Waktu kami menyisir aliran sungai, kami berjalan sejauh 3 kilometer. Tapi tidak ketemu juga (mayatnya)," kata Hamid.

"Kalau sudah tiga hari biasanya (mayat) sudah mengambang. Jadi kalau memang masih ada di area pencarian kami, kemungkinan bisa ditemukan," lanjut Hamid.

Hamid menyampaikan, proses pencarian akan dilangsungkan hingga 7 hari ke depan. Sesuai prosedur, jika dalam waktu tersebut tidak ditemukan atau terdapat tanda-tanda keberadaan korban, maka pencarian resmi dihentikan. 

"Mohon doanya semoga korban bisa kami temukan secepatnya," imbuhnya.

Baca juga: Tim SAR Masih Berjibaku Mencari Korban Banjir di Sumbawa Barat yang Terseret Arus Sungai

Di bagian lain, sejumlah wilayah di KSB turut dilanda banjir pada Selasa, 24 Desember 2024. Selain desa Tua Nanga yang menimbulkan korban jiwa, data BPBD KSB mencatat banjir juga terjadi di Desa Kiantar Kecamatan Poto Tano, Desa Seteluk Atas Kecamatan Seteluk dan di Desa Lamunga Kecamatan Taliwang.

Hamid mengungkapkan, pada desa-desa tersebut hingga saat ini pihaknya masih menunggu pendataan dampak terjangan banjir yang terjadi pada Selasa lalu itu. 

"Yang jelas kami sudah menerjunkan bantuan saat kejadian, termasuk penempatan dapur umum lapangan. Kalau soal data kerugian kami masih menunggu laporan desa," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved