Rabu, 8 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Debat Pilkada Sumbawa 2024

Pandangan Nur-Ramadahan Soal Tambang Rakyat

Nur-Ramadhan menyinggung PAD KSB ini belum bisa sampai kepada tingkat yang diinginkan masyarakat

Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
Tangkap layar
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat M. Nur Yasin dan Ramadhan dalam debat kandidat, Sabtu (9/11/2024). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA BARAT - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat M. Nur Yasin dan Ramadhan berjanji akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Nur Yasin mengatakan semua sumber-sumber yang menghasilkan PAD akan diaktifkan dan dikelola efisien.

"Kita membuka usaha-usaha baru yang bisa menghasilkan PAD untuk Kabupaten Sumbawa Barat ini kemudian  kita menginventarisir semua sektor yang bisa menghasilkan PAD," jelas Nur dalam debat kandidat, Sabtu (9/11/2024). 

Ia menyinggung PAD KSB ini belum bisa sampai kepada tingkat yang diinginkan masyarakat.

"Kita mengikhtiarkan semua sumber yang ada di pertambangan di tempat-tempat lain yang bisa menghasilkan PAD itu juga harus disiapkan dengan sebaik-baiknya sehingga dengan demikian maka PAD akan meningkat tahun demi tahun," terangnya 

Nur-Ramadahan memandang tambang rakyat yang beroperasi di sejumlah wilayah bahkan sebagiannya ilegal.

Baca juga: Pasangan Amar-Hanipah Janjikan Kartu KSB Maju untuk Memenuhi Kebutuhan Warga

"Pendapatan masyarakat dari tambang itu sangat banyak, mereka bisa menyekolahkan anaknya bisa memberikan nafkah kepada keluarganya sebab lapangan kerja tidak tersedia di KSB ini. Oleh karena itu kami lebih melihat maslahatnya," imbuhnya 

"Kami akan urus izin kita lokalisir mereka tempat menggelondongnya, tempat nambang-nya, lalu di situ kewajiban pemerintah mengirim ahli medis ahli lingkungan ahli kimia untuk memberikan penyuluhan ke penyuluhan kepada mereka sehingga mereka bisa eksis untuk mendapatkan kehidupan yang baik," lanjutnya 

Cara lainnya yakni tambang rakyat ditutup tetapi dengan catatan pemerintah bisa membuka akses pekerjaan dengan pendapatan yang layak.

"Pemimpin harus tampil sebagai fasilitator untuk memberikan solusi yang terbaik," kata Nur.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved