Berita NTB

Ratusan Remaja di NTB Alami Gangguan Mental, Dikes NTB Imbau Deteksi Dini

Dikes NTB mencatat ratusan remaja di NTB mengalami gangguan mental sepanjang Januari-Oktober 2024

Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM/ROBBY FIRMANSYAH
Kepala Dikes NTB dr Hamzi Fikri. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat ratusan remaja di NTB mengalami gangguan mental sepanjang Januari-Oktober 2024.

Kepala Dikes Provinsi NTB dr Hamzi Fikri mengatakan, berdasarkan laporan yang masuk melalui aplikasi sistem informasi kesehatan jiwa (Simkeswa), remaja yang mengalami gangguan mental dibagi dalam dua kelompok umur.

Kelompok umur 10 sampai 14 tahun tercatat 23 remaja yang mengalami gangguan mental, jenis gangguan mental yang paling banyak mereka alami seperti gangguan perasaan (mood) tercatat ada delapan remaja yang mengalami hal tersebut.

Fikri mengatakan, jika hal tersebut terus menerus dibiarkan, membuat kondisi remaja tersebut mengalami skizofrenia. Sehingga remaja yang mengalami gangguan tersebut harus segera ditangani.

"Kalau tidak ditangani bisa berlanjut ini, harus di ekplore penyebabnya, jika dibiarkan bisa mengalami skizofrenia yakni terjadi halusinasi, ada suara suara tidak jelas," kata Fikri.

Kelompok umur kedua yang banyak mengalami gangguan mental yakni usia 15 sampai 19 tahun, dalam data Simkeswa Dinas Kesehatan tercatat 143 remaja yang mengalami gangguan mental.

Mantan Direktur RSUD Provinsi NTB itu mengatakan penyakit gangguan mental yang paling dialami adalah skizofrenia dan gangguan psikotik kronik, kondisi ini dialami oleh 47 remaja.

Baca juga: Dinas Kesehatan Kota Mataram Bentuk UPKP, Ruang Konsultasi Para Pekerja Masalah Jiwa

Adapun jenis penyakit gangguan mental lain yang dialami remaja kelompok usia ini adalah gangguan mental organik (GMo), gangguan psikotik akut dan sementara, gangguan suasana perasaan (Mood Afektif) , gangguan neorotik, somatoform dan gangguan terkait stres, gangguan perilaku dan emosional masa kanak dan remaja, diagnosis lainnya.

Gangguan skizo afektif, gangguan bipolar, gangguan depresif, gangguan cemas, gangguan panik, gangguan anxietas menyeluruh, gangguan campuran cemas dan depresi, gangguan somatoform, gangguan depresi, skizofrenia paranoid, skizofrenia hebefrenik dan skizofrenia lainnya.

Fikri mengatakan penyebab banyak remaja mengalami gangguan mental seperti ini, disebabkan karena ketidakmampuan remaja dalam mengalami gangguan stress.

"Ada satu mekanisme pertahanan jiwa dalam tubuh, karena kalau tidak mampu menahan bisa defresi atau stress," tegasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved