RSUD Provinsi NTB Hadirkan Pengobatan Kanker Modern 'Cryosurgery'

Metode pengobatan kanker stadium akhir Cryosurgery merupakan metode pengobatan dengan suhu ekstrem

Penulis: Laelatunniam | Editor: Wahyu Widiyantoro
ISTIMEWA
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB menghadirkan layanan pengobatan kanker stadium akhir bernama Cryosurgery. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB menghadirkan layanan pengobatan kanker stadium akhir bernama Cryosurgery.

Dokter Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular RSUP NTB dr. Maz Isa Anshori A, Sp. BTKV menjelaskan Cryosurgery merupakan metode pengobatan kanker yang sudah digunakan hampir di seluruh negara maju di dunia.

Di kawasan Asia, alat ini digunakan di China, Taiwan dan Jepang.

Sementara di Indonesia sendiri baru dua rumah sakit yang memiliki layanan pengobatan Cryosurgery, satu di antaranya RSUD Provinsi NTB.

Baca juga: Peringati Hari Kanker Sedunia, RSUD Provinsi NTB Gelar Edukasi Deteksi Kanker Sejak Dini

dr. Maz mengatakan pengobatan Cryosurgery mulai dikembangkan sejak satu tahun terakhir.

Perkembangannya menunjukkan hasil yang positif untuk pasien-pasien tumor stadium lanjut.

"RSUD Provinsi NTB berkomitmen untuk melayani pasien kanker dengan pengobatan terkini dan modern," ucap dr. Maz.

Metode Cryosurgery merupakan metode pengobatan dengan suhu ekstrem.

Sel tumor akan diberikan suhu ekstrem dengan menggunakan jarum ukuran 1-2 mm yang akan menyebabkan kerusakan sel tumor secara langsung.

"Suhu ekstrem tersebut secara tidak langsung juga akan memproses imun tubuh, sel kanker yang telah mati akan diserap oleh tubuh dan dibuatkan sistem kekebalan tubuh kanker yang baru," jelasnya.

Baca juga: Dokter RSUD Provinsi NTB Sebut Stres dan Gaya Hidup Pemicu Utama Kanker

Metode Cryosurgery merupakan pengobatan tanpa sayatan atau minimal invasif sehingga dapat mengurangi kerusakan pada jaringan tubuh yang sehat.

Selain itu kelebihan metode Cryosurgery yaitu waktu pemulihan yang singkat, pasien yang sudah mendapat terapi dapat beraktivitas normal lebih cepat.

Adapun efek samping kata dr. Maz hanya keluhan nyeri yang bersifat sementara dan dalam proses penyembuhan rasa nyeri tersebut akan menghilang.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved