Berita Kota Bima
Wali Kota Bima: Keberagaman Agama Jadi Sumber Kekuatan yang Mempersatukan
Keberagaman agama pun menjadi sumber kekuatan yang mempersatukan bukan memecah belah masyarakat.
Penulis: Toni Hermawan | Editor: Dion DB Putra
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Toni Hermawan
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Pemerintahan Kota Bima mendorong tokoh agama dan tokoh masyarakat memegang peran penting dalam menjaga harmoni dan toleransi antarumat beragama.
Sebab kerukunan umat beragama sebagai fondasi masyarakat yang berdampingan secara damai.
Baca juga: UMK 2024 Kota Bima Naik, Besarannya Diumumkan Pekan Ini
Penjabat (Pj) Wali Kota Bima, H Mohammad Rum mengatakan keberagaman adalah kekayaan.
Keberagaman agama pun menjadi sumber kekuatan yang mempersatukan bukan memecah belah masyarakat.
“Kami mendorong dialog dan pemahaman antar umat beragama guna merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat yang heterogen,” kata H Rum saat mengadakan pertemuan bersama Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) di Kota Bima, Rabu (22/11/2023).
H Rum menambahkan negara Indonesia merupakan negara yang paling damai dalam toleransi beragama.
Untuk itu harus bangganya karena terlahir di negara yang damai dan rukun dalam beragama.
"Tidak ada suatu negara di luar sana yang damai seperti negara kita Indonesia, itu perlu kita syukuri,” ujarnya.
Ia menambahkan, manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan tidak ada yg beda hanya keyakinan kita yang berbeda. Namun bukan berarti beda keyakinan menjadi pemecah belah kita semua.
“Kami mengimbau kepada seluruh anggota FKUB dan masyarakat khususnya di Kota Bima untuk tetap tenang dalam menghadapi masalah walaupun berbeda keyakinan. Saya sangat yakin FKUB akan membawa umatnya masing-masing menjadi orang yang taat dan tekun yang menciptakan suasana kehidupan yang tenang, tidak perlu mencari perbedaan mari kita mencari kesamaan," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Rum-dan-FKUB-Kota-Bima.jpg)