Senin, 27 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Kemenkumham NTB

Kemenkumham NTB Berkomitmen Menghapus Segala Diskriminasi Terhadap Perempuan

Pungka Sinaga memaparkan berbagai upaya dilakukan Kanwil Kemenkumham NTB untuk menghapus diskriminasi terhadap perempuan.

Editor: Sirtupillaili
Dok.Kemenkumham NTB
Sosialisasi penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan atau CEDAW (The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women), Kamis (23/11/2023). 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Jajaran Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nusa Tenggara Barat (NTB) berkomitmen menghapus diskriminasi terhadap perempuan dan anak.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Bidang HAM Kanwil Kemenkumham NTB Pungka Sinaga, saat menjadi pembicara, dalam sosialisasi penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan atau CEDAW (The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women), Kamis (23/11/2023).

Sosialisasi ini diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) dan Direktorat Jenderal HAM.

Pungka Sinaga memaparkan berbagai upaya dilakukan Kanwil Kemenkumham NTB untuk menghapus diskriminasi terhadap perempuan.

Baca juga: Kanwil Kemenkumham NTB Siap Hadirkan Unit Kerja Keimigrasian di Kabupaten Sumbawa Barat

Program penghapusan diskriminasi diinisiasi Kanwil Kemenkumham NTB berlangsung sejak tahun 2021 hingga 2023.

Pada tahun 2021, pihak Kanwil Kemenkumham NTB mengangkat kajian terkait perempuan dan anak dari kasus perceraian di NTB.

Kemudian melakukan edukasi melalui film tentang tata cara penanganan kasus hukum terkait Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Tidak berhenti di sana, tahun 2022 Kanwil Kemenkumham NTB membuat film tentang pengaduan pelanggaran HAM terhadap Hak Kerja Perempuan.

"Tahun 2023 ini, kami telah membuat film pencegahan pernikahan anak dengan judul Andini dan Kanwil Kemenkumham NTB juga memberikan layanan kepada masyarakat berbasis HAM dengan fasilitas memadai," jelas Pungka.

Hal ini sejalan dengan Menkumham Yasonna H Laoly yang memastikan jajarannya di Kemenkumham menangani dan menindaklanjuti berbagai isu HAM yang berkembang dan memerlukan perhatian.

Lebih lanjut Pungka Sinaga menyebutkan KKP HAM dan aksi HAM yang dilakukan salah satunya juga fokus terhadap perempuan.

Pihaknya juga mengkaji terkait perlindungan perempuan dan mengadakan diskusi publik yang bekerjasama dengan DP3AP2KB, akademisi dan aktivis perempuan di NTB.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved