Rannya Siapkan Pelatihan Digital untuk UMKM di Lombok Barat, Bawa Tutor Branding Media Sosial

promosi UMKM di Lombok Barat selama ini masih konvensional sehingga kewalahan bersaing dengan produk serupa dari daerah lain

ISTIMEWA
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra NTB Rannya Agustyra Kristiono menunjukkan produk UMKM dari Lombok Barat. 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Wakil Ketua DPD Partai Gerindra NTB Rannya Agustyra Kristiono bakal menyiapkan pelatihan digital bagi UMKM di Lombok Barat.

"Problem UMKM diantaranya itu soal pola promosi produk. Saya merencanakan memberi pelatihan tingkat Lombok Barat, " katanya, Senin (6/11/2023).

Rannya yang dikukuhkan sebagai Duta UMKM (APMIKIMMDO) Lombok Barat ini menjelaskan, promosi UMKM selama ini masih konvensional.

Sementara, banyak produk komersil yang sudah dikenalkan melalui Instagram, Facebook, ataupun TikTok.

"Untuk itu perlu ada sedikit pelatihan bagaimana promosi digital ini dilakukan, " terangnya.

Baca juga: Rannya HBK Bagi Telur ke Emak-emak Posyandu Desa Pengadang Demi Bantu Turunkan Angka Stunting

Putri anggota DPR RI Dapil Pulau Lombok almarhum H Bambang Kristiono ini mengungkapkan, akan menghadirkan tutor yang memiliki keahlian branding di media sosial.

Nantinya pelaku UMKM dibekali membuat konten menarik, strategi promosi digital, hingga pembuatan akun produk UMKM.

"Tahap awal ini kita mulai dari Lombok Barat dahulu. Bisa dikatakan untuk percontohan, " ucap Caleg DPR RI Dapil II NTB Pulau Lombok ini.

Jebolan Brunel University London, Inggris ini melihat semangat pelaku UMKM yang tinggi harus dibarengi dengan inovasi.

Antara lain dengan promosi digital yang dapat membuat produk UMKM tidak hanya dikenal daerah, namun juga secara nasional bahkan internasional.

Baca juga: Rannya Agustyra Kristiono Rangkul Generasi Muda Lombok Lewat Aksi Sosial Hingga Ekonomi Kreatif

"Sudah terbukti kok produk dari Lombok dikenal mancanegara. Seperti Teh Kelor Kidom itu, sudah sampai ke Inggris, Jerman, Afrika peminatnya, " tegasnya.

Tantangan UMKM

Rannya menyebut, ada lima hambatan utama yang dihadapi UMKM.

Pertama, soal kompetisi dengan produk sejenis dari luar negeri.

Kedua, faktor lokasi dan jaringan yang bisa diatasi dengan membuka banyak komunikasi dengan lintas sektor, baik swasta maupun pemerintah.

"Berikutnya, faktor tenaga kerja, faktor ekonomi dan teknologi, dan faktor finansial. Saya akan memulai dengan meningkatkan kapasitas dari sektor teknologi, " terangnya.

Ketua PD TIDAR NTB ini mengapresiasi aplikasi E-Lapak Si Tebel dari Dinas Koperasi Lombok Barat.

Terobosan yang membantu UMKM memasarkan produk secara digital.

"Langkah pemerintah ini kita dukung dengan cara gerak anak muda. Semoga pelaku UMKM kita semakin sejahtera, " tambahnya.

Dari data Dinas Koperasi dan UMKM NTB, jumlah UMKM saat ini ada 118.612 pelaku usaha.

Kabupaten Lombok Barat sebanyak 10.573 pelaku UMKM, Kabupaten Lombok Utara ada 2.227 pelaku usaha.

Baca juga: Cara Rannya Bikin UMKM di Lombok Naik Kelas: Pelatihan Wirausaha, Digitalisasi Pemasaran

Sebanyak 19.529 pelaku usaha berasal dari Kabupaten Lombok Timur. Kota Mataram ada 5.868 pelaku usaha.

Kabupaten Lombok Tengah 6.211 pelaku usaha. 23.370 pelaku usaha berasal dari Kabupaten Bima.

Kabupaten Dompu diusulkan sebanyak 21.318 orang. Sebanyak 15.701 dari Kabupaten Sumbawa Barat.

Kabupaten Sumbawa 7.947 pelaku usaha, serta Kota Bima dengan 5.868 pelaku usaha.

"Secara ekonomi, keberadaan UMKM ini kalau berdasarkan data sudah membuka lapangan kerja bagi ratusan ribu orang," tutup Rannya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved