Sabtu, 25 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Konflik Rusia vs Ukraina

Perang Terbuka Rusia vs NATO, 360 Ribu Pasukan Militer Siaga di Perbatasan

Hal ini mencuat setelah tentara Aliansi Atlantik Utara atau NATO (North Atlantic Treaty Organization) menempatkan pasukan militernya di perbatasan.

Editor: Sirtupillaili
Dok.Telegram MoD Russia
Tentara Rusia dari sistem roket multi-peluncuran Grad BM-21 Distrik Militer Pusat menghancurkan posisi mortir dan benteng pasukan Ukraina. 

Rusia berjanji untuk menanggapi risiko ancaman "berlipat ganda" dari negara-negara anggota NATO tersebut di sepanjang perbatasan barat Rusia.

Dalam beberapa pekan terakhir, Polandia memang meningkatkan keamanan perbatasannya dengan negara tetangga, Belarusia, sekutu dekat Rusia dan menjadi negara bagian dari Federasi Rusia.

Langkah Polandia mengirim tambahan pasukan di perbatasan menyusul laporan bahwa pejuang dari kelompok tentara bayaran Wagner telah mendirikan pangkalan baru di perlintasan negara tersebut.

Sementara itu, Finlandia — yang berbagi perbatasan sepanjang 1.340 kilometer dengan Rusia — bergabung dengan NATO pada bulan April.

"Ancaman terhadap keamanan militer Federasi Rusia telah berlipat ganda di wilayah strategis barat dan barat laut," kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dalam pertemuan dengan para pejabat militer.

"Risiko tersebut membutuhkan tanggapan yang tepat waktu dan memadai," tambahnya.

"Kami akan membahas langkah-langkah yang diperlukan untuk menetralkan (ancaman) pada pertemuan tersebut dan membuat keputusan yang tepat."

Ratusan Tank Dikirim ke Ukraina

Pasukan Belarusia dan tentara bayaran Wagner Rusia menggelar latihan tempur dekat perbatasanKota Brest, di Belarusia, 20 Juli 2023 di tengah meningkatnya ketegangan antara Warsaw dan Minsk. (Belarus Defense Ministry/Handout/AP/File)
Pasukan Belarusia dan tentara bayaran Wagner Rusia menggelar latihan tempur dekat perbatasanKota Brest, di Belarusia, 20 Juli 2023 di tengah meningkatnya ketegangan antara Warsaw dan Minsk. (Belarus Defense Ministry/Handout/AP/File) (Dok.Istimewa)

Sementara itu, Ukraina dilaporkan akan menerima tambahan ratusan tank Leopard 1 berkat kesepakatan baru negara-negara di Eropa.

Secara total, lebih dari 100 unit tank Leopard dikirim ke Ukraina pada 2024 mendatang seiring berlanjutnya serangan balasan Ukraina ke Rusia.

Laporan terbaru, Freddy Versluys, kepala eksekutif perusahaan pertahanan Belgia OIP Land Systems, dilansir Reuters, mengaku kalau pihaknya menjual 50 tank Leopard ke negara Eropa yang tidak disebutkan namanya.

Freddy Versluys menyebut, tank-tank tersebut dibeli pihaknya dari pemerintah Belgia lebih dari lima tahun lalu namun tidak mengatakan berapa harga jual tank tersebut, atau negara mana yang membelinya.

The Guardian secara terpisah melaporkan jumlah tank tersebut adalah 49 unit.

Belakangan, pada Selasa (8/8/2023), outlet Jerman Handelsblatt melaporkan, produsen senjata Jerman, Rheinmetall telah membeli 50 tank Leopard 1 dari OIP.

Sekitar 30 di antaranya disebut akan dikirim ke Ukraina setelah diperbaharui.

(*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ratusan Tank Leopard dari Jerman, Belanda, dan Denmark Dikirim ke Ukraina.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved