Sabtu, 11 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Konflik Rusia vs Ukraina

Perang Terbuka Rusia vs NATO, 360 Ribu Pasukan Militer Siaga di Perbatasan

Hal ini mencuat setelah tentara Aliansi Atlantik Utara atau NATO (North Atlantic Treaty Organization) menempatkan pasukan militernya di perbatasan.

Editor: Sirtupillaili
Dok.Telegram MoD Russia
Tentara Rusia dari sistem roket multi-peluncuran Grad BM-21 Distrik Militer Pusat menghancurkan posisi mortir dan benteng pasukan Ukraina. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Perang Rusia vs Ukraina kini memasuki babak baru.

Konflik kedua negara bertetangga tersebut melebar menjadi ancaman perang Rusia vs NATO.

Hal ini mencuat setelah tentara Aliansi Atlantik Utara atau NATO (North Atlantic Treaty Organization) menempatkan pasukan militernya di perbatasan Federasi Rusia.

NATO yang dipimpin Amerika Serikat dan negara-negara Eropa tersebut kini memberi ancaman berlipat ganda bagi Rusia.

Jumlah tentara NATO yang dikerahkan ke Eropa timur mencapai 360 ribu personel.

Di sisi barat terdapat Polandia yang berambisi menjadi militer terkuat di Eropa.

Baca juga: Pasukan Sekutu Mendekat ke Perbatasan Rusia, Perang Terbuka Rusia vs NATO Dimulai?

Sementara di barat laut ada Finlandia yang mengajukan diri sebagai anggota NATO.

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengungkapkan, 360 ribu tentara NATO tersebut dilengkapi 8.000 kendaraan lapis baja, 6.000 sistem artileri dan mortir, 650 pesawat serta helikopter.

"Dengan mempertimbangkan angkatan bersenjata negara-negara Eropa Timur, sekitar 360.000 personel militer," kata Shoigu, dikutip dari SputnikGlobe, Rabu (9/8).

Merespons hal itu, Rusia akan memperkuat angkatan bersenjata yang ditempatkan di perbatasan barat sebagai tanggapan.

Shoigu juga terus mengamati pergerakan Polandia dalam mencapai misinya menjadi militer terkuat di Eropa.

Salah satu yang sudah terlihat yakni pembelian senjata besar-besaran dari AS, Inggris, hingga Korea Selatan.

Selain itu, Warsawa juga berencana membuat kompleks yang dinamakan Polandia-Ukraina.

Menurut Shoigu, pembangunan kompleks itu seolah-olah untuk memastikan keamanan Ukraina barat. Padahal sebenarnya Polandia berniat menguasai wilayah tersebut.

Pada Rabu (9/8/2023), Moskow menuduh Polandia dan Finlandia mengancam keamanan perbatasannya.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved