Konflik Rusia vs Ukraina
Perang Terbuka Rusia vs NATO, 360 Ribu Pasukan Militer Siaga di Perbatasan
Hal ini mencuat setelah tentara Aliansi Atlantik Utara atau NATO (North Atlantic Treaty Organization) menempatkan pasukan militernya di perbatasan.
TRIBUNLOMBOK.COM - Perang Rusia vs Ukraina kini memasuki babak baru.
Konflik kedua negara bertetangga tersebut melebar menjadi ancaman perang Rusia vs NATO.
Hal ini mencuat setelah tentara Aliansi Atlantik Utara atau NATO (North Atlantic Treaty Organization) menempatkan pasukan militernya di perbatasan Federasi Rusia.
NATO yang dipimpin Amerika Serikat dan negara-negara Eropa tersebut kini memberi ancaman berlipat ganda bagi Rusia.
Jumlah tentara NATO yang dikerahkan ke Eropa timur mencapai 360 ribu personel.
Di sisi barat terdapat Polandia yang berambisi menjadi militer terkuat di Eropa.
Baca juga: Pasukan Sekutu Mendekat ke Perbatasan Rusia, Perang Terbuka Rusia vs NATO Dimulai?
Sementara di barat laut ada Finlandia yang mengajukan diri sebagai anggota NATO.
Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengungkapkan, 360 ribu tentara NATO tersebut dilengkapi 8.000 kendaraan lapis baja, 6.000 sistem artileri dan mortir, 650 pesawat serta helikopter.
"Dengan mempertimbangkan angkatan bersenjata negara-negara Eropa Timur, sekitar 360.000 personel militer," kata Shoigu, dikutip dari SputnikGlobe, Rabu (9/8).
Merespons hal itu, Rusia akan memperkuat angkatan bersenjata yang ditempatkan di perbatasan barat sebagai tanggapan.
Shoigu juga terus mengamati pergerakan Polandia dalam mencapai misinya menjadi militer terkuat di Eropa.
Salah satu yang sudah terlihat yakni pembelian senjata besar-besaran dari AS, Inggris, hingga Korea Selatan.
Selain itu, Warsawa juga berencana membuat kompleks yang dinamakan Polandia-Ukraina.
Menurut Shoigu, pembangunan kompleks itu seolah-olah untuk memastikan keamanan Ukraina barat. Padahal sebenarnya Polandia berniat menguasai wilayah tersebut.
Pada Rabu (9/8/2023), Moskow menuduh Polandia dan Finlandia mengancam keamanan perbatasannya.
Rusia berjanji untuk menanggapi risiko ancaman "berlipat ganda" dari negara-negara anggota NATO tersebut di sepanjang perbatasan barat Rusia.
Dalam beberapa pekan terakhir, Polandia memang meningkatkan keamanan perbatasannya dengan negara tetangga, Belarusia, sekutu dekat Rusia dan menjadi negara bagian dari Federasi Rusia.
Langkah Polandia mengirim tambahan pasukan di perbatasan menyusul laporan bahwa pejuang dari kelompok tentara bayaran Wagner telah mendirikan pangkalan baru di perlintasan negara tersebut.
Sementara itu, Finlandia — yang berbagi perbatasan sepanjang 1.340 kilometer dengan Rusia — bergabung dengan NATO pada bulan April.
"Ancaman terhadap keamanan militer Federasi Rusia telah berlipat ganda di wilayah strategis barat dan barat laut," kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dalam pertemuan dengan para pejabat militer.
"Risiko tersebut membutuhkan tanggapan yang tepat waktu dan memadai," tambahnya.
"Kami akan membahas langkah-langkah yang diperlukan untuk menetralkan (ancaman) pada pertemuan tersebut dan membuat keputusan yang tepat."
Ratusan Tank Dikirim ke Ukraina
Sementara itu, Ukraina dilaporkan akan menerima tambahan ratusan tank Leopard 1 berkat kesepakatan baru negara-negara di Eropa.
Secara total, lebih dari 100 unit tank Leopard dikirim ke Ukraina pada 2024 mendatang seiring berlanjutnya serangan balasan Ukraina ke Rusia.
Laporan terbaru, Freddy Versluys, kepala eksekutif perusahaan pertahanan Belgia OIP Land Systems, dilansir Reuters, mengaku kalau pihaknya menjual 50 tank Leopard ke negara Eropa yang tidak disebutkan namanya.
Freddy Versluys menyebut, tank-tank tersebut dibeli pihaknya dari pemerintah Belgia lebih dari lima tahun lalu namun tidak mengatakan berapa harga jual tank tersebut, atau negara mana yang membelinya.
The Guardian secara terpisah melaporkan jumlah tank tersebut adalah 49 unit.
Belakangan, pada Selasa (8/8/2023), outlet Jerman Handelsblatt melaporkan, produsen senjata Jerman, Rheinmetall telah membeli 50 tank Leopard 1 dari OIP.
Sekitar 30 di antaranya disebut akan dikirim ke Ukraina setelah diperbaharui.
(*)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ratusan Tank Leopard dari Jerman, Belanda, dan Denmark Dikirim ke Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/perang-rusiaaaa.jpg)