Kamis, 7 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Ramadhan

Daftar 10 Hal yang Membatalkan Puasa Lengkap dengan Syarat Sah dan Wajibnya

Terdapat 10 perkara yang membatalkan puasa selama dikerjakan pada waktu dari terbit fajar hingga tenggelam matahari

Tayang:
pexels.com
Ilustrasi puasa Ramadan. Terdapat 10 perkara yang membatalkan puasa selama dikerjakan pada waktu dari terbit fajar hingga tenggelam matahari. 

Namun, jika ada seseorang yang tidur seharian, maka puasanya tidak batal, karena ia masih memiliki kendali akal yang sehat meskipun dalam keadaan tidur.

3. bersih dari haid dan nifas. Syarat yang ketiga ini ditujukan bagi wanita yang sedang haid atau nifas.

Mereka tidak sah dan tidak pula diwajibkan menjalankan puasa karena ketidakmampuannya secara syariat, yakni masih menanggung hadas besar.

4. Mengetahui waktu puasa. Maka wajib bagi orang yang melakukan puasa mengetahui jika telah memasuki tanggal satu Ramadhan, baik cara mengetahuinya dengan sempurnanya bulan Syakban atau dengan cara ru’yatul hilal.

Baca juga: Makna dan Hukum Puasa Ramadhan dalam Islam

3 Syarat Wajib Puasa Ramadan

Masih dikutip dari laman Bimas Islam, Syekh Zakaria dalam kitab yang sama, Assyarqawi Attahrir, berkata:

(وشرط وجوبه) ثلاثة أشياء (اسلام وتكليف، واطاقته) للصوم فلايجب على كافر أصلي بمعنى أنه لايطالب به كالمسلم والا فهو مخاطب بفروع الشريعة على الأصح ولا على صبي ومجنون ومغمى عليه وسكران ولاعلى من لايطيقه لكبر أو مرض ولايرجى برؤه ويلزمه لكل يوم مد كما مر.

1. Islam, puasa tidak diwajibkan bagi orang kafir asli (sejak lahir), berbeda dengan orang yang murtad (keluar dari agama Islam), jika ia memeluk agama Islam lagi, maka ia harus mengqadha’ seluruh puasa yang ia tinggalkan selama ia murtad.

Sedangkan bagi orang yang kafir sejak lahir, maka ia tidak dituntut untuk menjalankan puasa, karena sasaran yang ditunjuk oleh syariat hanyalah kepada orang Islam saja.

Kedua, mukalaf, orang muslim yang telah baligh dan berakal sehat. Maka puasa itu tidak diwajibkan bagi anak kecil yang belum baligh. Pun ibadah puasa juga tidak diwajibkan bagi orang gila, epilepsi atau orang mabuk.

3. mampu menjalankan puasa. Untuk orang yang sudah tidak mampu menjalankan puasa karena tua atau sakit yang tidak dapat diharapkan kesembuhannya tidak diwajibkan menjalankan puasa Ramadhan.

Sebagai ganti dari puasa Ramadhan tersebut, harus menggantinya dengan cara membayar 1 mud kepada orang miskin setiap harinya.

Niat Puasa Ramadan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i fardli syahri Ramadlâni hâdzihis sanati lillâhi ta‘âlâ

“Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’âlâ"

(TribunLombok.com)

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved