Minggu, 10 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Ramadhan

Daftar 10 Hal yang Membatalkan Puasa Lengkap dengan Syarat Sah dan Wajibnya

Terdapat 10 perkara yang membatalkan puasa selama dikerjakan pada waktu dari terbit fajar hingga tenggelam matahari

Tayang:
pexels.com
Ilustrasi puasa Ramadan. Terdapat 10 perkara yang membatalkan puasa selama dikerjakan pada waktu dari terbit fajar hingga tenggelam matahari. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Simak berikut ini 10 hal yang membatalkan puasa.

Puasa merupakan salah satu ibadah dalam Islam, yang pelaksanaannya di bulan Ramadan adalah wajib hukumnya.

Dalam QS al Baqarah [2] ayat 183, Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 183).

Baca juga: Sengaja Menelan Ludah Apakah Membatalkan Puasa? Begini Penjelasan Ulama

Kewajiban puasa dijelaskan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis shahih, bahwa salah satu tonggak berdirinya Islam yakni berpuasa Ramadan. Nabi bersabda:

بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ (رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)

“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah, melaksanakan shalat wajib, menunaikan zakat, pergu haji ke Baitullah [bagi yang mampu], dan melaksanakan puasa Ramadan (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam ketentuan fikih, ulama mengatakan bahwa puasa Ramadan dilaksanakan selama satu bulan penuh selama Ramadan.

Kapan waktu awal puasa dan terakhir puasa? Kementerian Agama mendapat mandat dari pemerintah melalui metode rukyatul hilal dan hisab dan membahasnya dalam sidang isbat.

Durasi Waktu Puasa

Durasi waktu puasa, yakni dari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Saat menjalankan ibadah puasa, ada beberapa hal yang dapat membatalkannya, antara lain:

Dalam kitab Fathul Qarib karya ulama Muhammad bin Qasim al-Ghazi (859-918 H) bahwa dijelaskan terdapat 10 perkara yang membatalkan puasa:

1. Masuknya benda ke dalam tubuh dengan sengaja melalu lubang yang terbuka (mulut, hidung, dan lain-lain).

2. Mengobati orang yang sakit melalui dua jalan (qubul dan dzubur)

3. Muntah dengan sengaja, namun apabila tidak disengaja maka hukumnya tidak batal.

4. Bersetubuh, melakukan hubungan seksual dengan sengaja. Dalam hal ini juga dikenakan kafarat [denda]. Denda tersebut ialah berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Jika tidak mampu, ia wajib memberi makanan pokok senilai satu mud (0,6 kilogram beras atau 3/4 liter beras) kepada 60 fakir miskin.

5. Keluar mani karena bertemunya dua kulit (antara laki-laki dan perempuan) walaupun tanpa berjima’.

Diharamkan apabila mengeluarkannya dengan tangan, namun tidak diharamkan seumpama dikeluarkan dengan tangan istrinya atau budaknya (tapi tetap termasuk perkara yang membatalkan puasa).

Baca juga: Lalai Ganti Puasa Ramadhan Hingga Tahun Berikutnya, Cukup Hanya Qadha atau Sekaligus Bayar Fidyah?

Adapun keluar mani tanpa disengaja seperti karena mimpi maka itu tidaklah batal.

6. Haid dan nifas. Haid adalah darah yang keluar dari kemaluan perempuan yang sudah menginjak usia batas minimal 9 tahun. Nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan.

7. hilang akal.

8. Murtad, yaitu melakukan sesuatu hal yang menyebabkan seseorang keluar dari Islam.

Syarat Sah Puasa

Menurut kitab Syekh Zakariya al Anshari Assyarqawi Attahrir, jilid I halaman 419-420), setidaknya ada 4 syarat sah puasa:

(شَرْطُ صِحَّتِهِ) أَرْبَعَةُ أَشْياَءَ (اِسْلاَمٌ وَعَقْلٌ وَنَقَاْءٌ مِنْ نَحْوِ حَيْضٍ) كَنِفَاسٍ (وَعِلْمٌ بِالْوَقْتِ) وَهَذَا عَدَّهُ الْأَصْلُ مِنْ فُرُوْضِهِ الْآتِيَةِ وَعَبَّرَ عَنْهُ بِالْعِلْمِ بِالشَّهْرِ فَلاَيصح صوم كافر ولامجنون ولا مغمى عليه لم يفق لحظة من نهاره ولا نحو حائض ولا من جهل دخول وقت الصوم.

Syarat sah puasa ada 4, seperti dilansir Bimas Islam.

1. Islam. Maka puasa tidaklah sah dilakukan bagi orang kafir murni sejak lahir, atau bagi orang murtad (keluar dari agama Islam), sekalipun di pertengahan melaksanakan puasa ia keluar dari agama Islam, maka puasanya tidak sah atau batal.

2. berakal. Maka bagi orang yang mengidap penyakit gila, atau epilepsi (ayan) yang tidak memiliki kesadaran sedikit pun di siang hari, jika mereka melaksanakan puasa maka puasanya tidak sah.

Namun, jika ada seseorang yang tidur seharian, maka puasanya tidak batal, karena ia masih memiliki kendali akal yang sehat meskipun dalam keadaan tidur.

3. bersih dari haid dan nifas. Syarat yang ketiga ini ditujukan bagi wanita yang sedang haid atau nifas.

Mereka tidak sah dan tidak pula diwajibkan menjalankan puasa karena ketidakmampuannya secara syariat, yakni masih menanggung hadas besar.

4. Mengetahui waktu puasa. Maka wajib bagi orang yang melakukan puasa mengetahui jika telah memasuki tanggal satu Ramadhan, baik cara mengetahuinya dengan sempurnanya bulan Syakban atau dengan cara ru’yatul hilal.

Baca juga: Makna dan Hukum Puasa Ramadhan dalam Islam

3 Syarat Wajib Puasa Ramadan

Masih dikutip dari laman Bimas Islam, Syekh Zakaria dalam kitab yang sama, Assyarqawi Attahrir, berkata:

(وشرط وجوبه) ثلاثة أشياء (اسلام وتكليف، واطاقته) للصوم فلايجب على كافر أصلي بمعنى أنه لايطالب به كالمسلم والا فهو مخاطب بفروع الشريعة على الأصح ولا على صبي ومجنون ومغمى عليه وسكران ولاعلى من لايطيقه لكبر أو مرض ولايرجى برؤه ويلزمه لكل يوم مد كما مر.

1. Islam, puasa tidak diwajibkan bagi orang kafir asli (sejak lahir), berbeda dengan orang yang murtad (keluar dari agama Islam), jika ia memeluk agama Islam lagi, maka ia harus mengqadha’ seluruh puasa yang ia tinggalkan selama ia murtad.

Sedangkan bagi orang yang kafir sejak lahir, maka ia tidak dituntut untuk menjalankan puasa, karena sasaran yang ditunjuk oleh syariat hanyalah kepada orang Islam saja.

Kedua, mukalaf, orang muslim yang telah baligh dan berakal sehat. Maka puasa itu tidak diwajibkan bagi anak kecil yang belum baligh. Pun ibadah puasa juga tidak diwajibkan bagi orang gila, epilepsi atau orang mabuk.

3. mampu menjalankan puasa. Untuk orang yang sudah tidak mampu menjalankan puasa karena tua atau sakit yang tidak dapat diharapkan kesembuhannya tidak diwajibkan menjalankan puasa Ramadhan.

Sebagai ganti dari puasa Ramadhan tersebut, harus menggantinya dengan cara membayar 1 mud kepada orang miskin setiap harinya.

Niat Puasa Ramadan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i fardli syahri Ramadlâni hâdzihis sanati lillâhi ta‘âlâ

“Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’âlâ"

(TribunLombok.com)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved