Pemilu 2024
Eks Ketua DPD Perindo Kota Mataram Bakar Atribut Partai, Kecewa dengan SK Pengurus Baru
SK ganti pengurus DPD Partai Perindo Kota Mataram dikeluarkan tanpa sekalipun melakukan komunikasi dengan pengurus lama
Penulis: Lalu Helmi | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Aksi pembakaran atribut Partai Perindo kembali terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kali ini, aksi pembakaran dilakukan mantan Ketua DPD Partai Perindo Kota Mataram Moh Rivai Gunawansyah, Bendahara DPD Kota Mataram Mukhsan Fikri, dan Ketua DPC Partai Perindo Kecamatan Sandubaya Zamroni bertempat di Sekretariat Bapilu DPD Perindo Kota Mataram pada Senin (13/3/2023).
Pembakaran tersebut dilakukan lantaran mereka mengaku geram dan kecewa lantaran sikap dan kebijakan yang diambil oleh partai.
Pasalnya, beberapa waktu yang lalu, DPP Partai Perindo telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) terbaru kepengurusan DPD Perindo Kota Mataram yang diketuai oleh Zammatur Rahili.
Diakui, Moh Rivai Gunawansyah, SK tersebut dikeluarkan partai tanpa sekalipun melakukan komunikasi kepada pihaknya.
Baca Selanjutnya: ketua dpd perindo kabupatenkota di ntb resmi berganti berikut rincian namanya
Moh Rivai menambahkan, pihaknya telah bertemu langsung dengan Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo Tuan Guru Bajang (TGB) KH Muhammad Zainul Majid beberapa waktu silam.
"Saat itu beliau (TGB, red) berpesan agar teman-teman ketua jangan galau tetap semangat bekerja untuk partai, karena tidak ada perombokan struktural. Tapi pada hari ini di seluruh media telah diberitakan penyerahan SK pengurus baru kota dan kabupaten, mana komitmen saat pertemuan waktu itu?" ungkap Moh Rivai saat dihubungi pada Senin (13/3/2023).
Pihaknya menitipkan pesan kepada Ketua DPW Perindo NTB yakni Khairul Rizal.
Menurutnya, jikapun akan ada SK kepengurusan yang baru, seharusnya selaku pimpinan partai di NTB melakukan pemanggilan kepada pengurus lama.
Secara pribadi, pihaknya mengaku telah mencoba membuka komunikasi dengan Ketua DPW Perindo NTB.
Namun, diakuinya, Ketua DPW Perindo NTB saat itu belum bisa menemui dirinya.
Ia menegaskan, tahapan proses verifikasi faktual partai politik sebagai peserta pemilu 2024 dijalankan DPD Perindo Kota Mataram tanpa sedikitpun bantuan dari pihak lain. Baik dari sisi keuangan maupun sumber daya.
"Untuk diketahui semua kegiatan kepartaian di Kota Mataram kami biayai sendiri. Baik dari sekertariat DPD, bapilu, sekretariat dpc dan seluruh seragam pengurus kota dan kecamatan itu biaya sendiri tidak ada dari DPP. Selama kegiatan saya tidak pernah minta 1 lembar KTP dari ormas untuk meluluskan Partai Perindo di verifak KPU," paparnya.
Sikap tersebut kemudian membuat pihaknya mengaku kecewa sekaligus geram.
Dirinya pun secara resmi menyatakan diri keluar dari partai besutan Hary Tanoesoedibjo tersebut.
"Hari ini saya menyatakan sikap untuj keluar dari kepengurusan dan keanggotaan Partai Perindo. Karena DPP, ketua harian dan ketua dpw NTB mempertontonkan etika tidak baik baik berpolitik.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/bakar-baju-partai-perindo-kota-mataram.jpg)